Minggu, 09 Desember 2012

Jelang Pilkada, PMII Unsuri Minta Warga Sidoarjo Tolak Politik Uang

Sidoarjo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Jelang pilkada, PMII Universitas Sunan Giri (Unsuri) Sidoarjo, Jawa Timur menggelar aksi solidaritas di paseban alun-alun Sidoarjo, Selasa (1/12). Dalam aksinya, aktivis pergerakan ini meminta kepada warga Sidoarjo untuk teliti dan mencermati dalam menggunakan hak suaranya pada laga pemilihan kepala daerah Sidoarjo yang akan dilaksanakan serentak 9 Desember 2015 mendatang.

"Dari peraturan yang sudah begitu jelas, ini tentunya kesadaran sangat penting dalam memahami Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Sidoarjo. Maka dari itu, masyarakat Sidoarjo harus mencermati sebelum memilih sebuah pemimpin di kota Delta ini. Karena diakui atau tidak, nasib Sidoarjo ditentukan dalam waktu 5 menit untuk 5 tahun ke depan," ucap ketua komisariat PMII Unsuri, Muhtadi.

Jelang Pilkada, PMII Unsuri Minta Warga Sidoarjo Tolak Politik Uang (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Pilkada, PMII Unsuri Minta Warga Sidoarjo Tolak Politik Uang (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Pilkada, PMII Unsuri Minta Warga Sidoarjo Tolak Politik Uang

Selain itu, PMII Unsuri juga meminta masyarakat Sidoarjo agar tidak terprovokasi dengan berbagai isu yang berkembang dan terpengaruh oleh intimidasi. Karena pilkada bersih dan damai merupakan dambaan dari semua mayarakat Sidoarjo.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dalam pemilihan kepala daerah, 9 Desember 2015 nanti, PMII Unsuri siap mengawal agar penyelenggaraan pilkada tersebut  bebas dari money politik, intimidasi, black campaign, golput dan harus bersih serta damai. 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Perubahan kota Delta ini terletak pada pemimpin yang memang memperjuangkan kepentingan masyarakat Sidoarjo atau kepentingan umum, bukan memperjuangkan kepentingan pribadinya. Untuk itu, hindari kecurangan dan pelanggaran," kata Bakrie Irawan salah satu orator aksi.

Tidak sampai disitu saja, PMII Unsuri juga meminta kepada KPUD Sidoarjo agar tetap independen, jujur, adil dan tidak boleh ikut kampanye apalagi menjadi tim sukses dari salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati Sidoarjo.

Beberapa tulisan juga dibentang dalam aksi tersebut, salah satunya bertuliskan "Tolak money politik, tolak serangan fajar, Politisi bersih, Yes, Politisi kotor, No, masyarakat tanpa intimidasi, kawal pilkada besih dan damai". (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Sunnah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 01 Desember 2012

Ini Amalan Rasulullah SAW di Bulan Sya’ban

Kita sekarang berada di bulan Sya’ban dan sebentar lagi Ramadhan datang menghampiri kita. Bulan Sya’ban merupakan waktu yang tepat untuk berpuasa guna melatih diri untuk terbiasa puasa satu bulan penuh selama Ramadhan. Bahkan orang yang puasa Sya’ban termasuk orang yang menghormati bulan Ramadhan. Nabi Muhammad SAW mengatakan, “Puasa? Sya’ban itu untuk menganggungkan Ramadhan,” (HR At-Tirmidzi).

Puasa Sya’ban sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Menurut pengakuan ‘Aisyah RA, “Hanya di bulan Ramadhan Nabi Muhammad berpuasa satu bulan penuh dan saya tidak melihat Beliau sering puasa kecuali di bulan Sya’ban,” (HR Al-Bukhari). Dalam riwayat Ahmad disebutkan, “Puasa yang disukai Nabi Muhammad SAW ialah puasa di bulan Sya’ban.”

Ini Amalan Rasulullah SAW di Bulan Sya’ban (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Amalan Rasulullah SAW di Bulan Sya’ban (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Amalan Rasulullah SAW di Bulan Sya’ban

Syeikh Nawawi Banten di dalam Nihayatuz Zain menjelaskan sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Artinya, “Macam puasa sunah yang kedua belas adalah puasa Sya’ban. Sebab Nabi Muhammad SAW sangat suka berpuasa pada bulan tersebut. Siapa saja yang berpuasa di bulan Sya’ban, ia akan memperoleh sya’faat di hari kelak.”

Sebagai umatnya, puasa sunah yang dilakukan Nabi SAW ini penting untuk kita amalkan. Meskipun tidak mampu meniru sepenuhnya apa yang diamalkan Nabi Muhammad SAW, paling tidak kita coba berpuasa semampunya selama bulan Sya’ban. Selain mendapatkan ganjaran, puasa Sya’ban dapat melatih diri sendiri agar siap melakukan puasa wajib Ramadhan.

Biasanya, orang yang tidak terbiasa berpuasa tentu akan merasa berat melakukan puasa sebulan penuh pada Ramadhan. Untuk itu, biasakan puasa sebanyak-banyaknya di bulan Sya’ban agar nanti di bulan Ramadhan organ lambung tidak terkejut bila tidak beraktivitas selama siang hari.

Demikian pula bagi perempuan yang belum mengqadha puasa Ramadhan tahun lalu, Sya’ban adalah momen terbaik untuk mengqadha puasa. Jangan sampai ketika memasuki bulan Ramadhan nanti, utang puasa belum dibayar tuntas. Semoga kita mampu mengamalkan sunah Nabi Muhammad SAW. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Warta Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 20 November 2012

Inilah Mitos-Mitos Daging Kambing yang Tak Selalu Benar

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Masih ada berbagai mitos seputar daging kambing yang beredar di masyarakat, terutama menjelang Idul Adha, kata Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Jakarta Raya (PAPDI Jaya) Dr Ari Fahrial Syam.

Inilah Mitos-Mitos Daging Kambing yang Tak Selalu Benar (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Mitos-Mitos Daging Kambing yang Tak Selalu Benar (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Mitos-Mitos Daging Kambing yang Tak Selalu Benar

"Di hari raya ini sebagian masyarakat akan menikmati makanan yang mengandung daging kambing atau daging sapi. Jika ingat daging kambing saya ingat beberapa mitos yang sangat diyakini masyarakat kebenarannya," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, 4 Oktober 2014.

Ari memaparkan, mitos pertama adalah masyarakat yang kebetulan diketahui tekanan darahnya rendah atau hipotensi akhirnya meningkatkan makan daging kambing agar tensinya naik.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Padahal, ia mengingatkan bahwa tekanan darah rendah bisa disebabkan oleh berbagai hal antara lain karena perdarahan, kurang minum sampai dehidrasi hingga kelelahan atau kurang tidur.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Tensi yang rendah, lanjutnya, juga dapat disebabkan karena gangguan pada jantung baik karena kelainan katup atau serangan jantung bahkan gagal jantung.

"Kalau tensi turun karena gangguan jantung konsumsi daging kambing yang berlebihan justru akan fatal dan memperburuk keadaan," jelas Ari Fahrial Syam.

Ia juga mengemukakan, dampak langsung akibat menkonsumsi daging kambing berlebihan adalah sembelit dan bila mempunyai penyakit GERD (penyakit asam atau isi lambung balik arah ke atas), maka GERDnya akan bertambah parah setelah mengonsumsi daging kambing berlebihan.

Belum lagi, ujar dia, efek jangka panjang berupa peningkatan kadar lemak dan kolesterol darah, apalagi bila setelah makan langsung tidur karena kekenyangan.

Sedangkan mitos kedua yang juga beredar ditengah masyarakat adalah bahwa testis kambing akan meningkatkan gairah seksual atau sate kambing setengah matang meningkatkan gairah seksual.

"Ternyata hal inipun tidak sepenuhnya benar, memang testis kambing banyak mengandung testosteron yang dapat meningkatkan gairah seksual. Tetap sebenarnya peningkatan gairah seksual terjadi karena multifaktor dan tidak semata-mata berhubungan dengan makanan," katanya.

Ia memaparkan, daging kambing juga daging merah lain seperti daging sapi mengandung tinggi lemak. Lemak hewani biasanya mengandung lemak jenuh.

Lemak jenuh tersebut, jelas dia, banyak mengandung LDL lemak jahat yang bisa menumpuk pada dinding pembuluh darah kita.

"Selain lemak, daging kambing juga mengandung protein hewani. Protein kita butuhkan untuk menggantikan sel-sel yang rusak dan sebagai zat pembangun," katanya.

Dengan demikian, Ari menuturkan bahwa daging kambing termasuk juga daging sapi yang akan menjadi santapan utama Hari Raya Kurban mengandung zat gizi yang memang dibutuhkan tetapi kalau jumlahnya berlebihan akan mengganggu kesehatan.

Untuk itu, ia mengingatkan agar jangan lupa mengimbanginya dengan banyak makan buah dan sayur untuk mengurangi efek samping dari makan daging berlebihan.(antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Ubudiyah, Amalan, RMI NU Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 08 November 2012

Komisariat PMII UIN Suka Gelar Tablig Akbar

Yogyakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan tablig akbar dan pengajian Al-Quran. Acara ini dimaksudkan untuk menanamkan nilai keislman khususnya Aswaja di masjid UIN Suka, Kamis (20/2).

Di laboratorium UIN Sunan Kalijaga, Jum’at (21/2) dini hari, Ketua panitia Badruttamam mengatakan, acara keagamaan ini digelar dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW.

Komisariat PMII UIN Suka Gelar Tablig Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)
Komisariat PMII UIN Suka Gelar Tablig Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)

Komisariat PMII UIN Suka Gelar Tablig Akbar

Ketua Pimpinan Komisariat UIN Suka Arya Putra juga menambahkan bahwa acara seperti ini merupakan agenda yang jarang sekali dilaksanakan oleh mahasiswa.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan upaya menggali semangat yang ada dalam diri nabi. Kita sebagai mahasiswa patut meniru dan mampu memberikan perubahan,” tandas Arya Putra.

Menurut penceramah Katib Aam PBNU KH Malik Madani, kegiatan maulid yang diadakan PMII merupakan tradisi NU. “Walaupun tiada kaitan struktural antara NU dan PMII, tradisi ini banyak manfaatnya di antara sahabat, senior, dan yunior,” pungkas Kiai Malik. (Nur Sholikhin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pesantren, Nahdlatul Ulama, Tokoh Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 01 November 2012

NKRI Harga Mati, NU Bukan Latah dan Tiru-tiru

Jember, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Tak bisa dipungkiri bahwa NU mempunyai kontribusi yang besar dalam perumusan Pancasila dan pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).?

Saat-saat menjelang kemerdekaan, para tokoh dan ulama NU sepakat memilih bentuk NKRI dan ideologi Pancasila karena dinilai paling cocok buat bangsa Indonesia yang multi etnis, agama dan budaya.?

NKRI Harga Mati, NU Bukan Latah dan Tiru-tiru (Sumber Gambar : Nu Online)
NKRI Harga Mati, NU Bukan Latah dan Tiru-tiru (Sumber Gambar : Nu Online)

NKRI Harga Mati, NU Bukan Latah dan Tiru-tiru

Demikian diungkapkan Ketua PCNU Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin saat berceramah dalam rangka memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di aula PB. Sudirman, Kantor Bupati Jember, Jawa Timur, Rabu (10/4).

Menurutnya, NU mempunyai sejarah yang panjang dalam dialektika pembentukan NKRI dan Pancasila. Selain bergerak di tataran gagasan dan pergulatan pemikrian, para tokoh dan ulama NU juga bergerak di lapangan, berperang untuk menegakkan NKRI.?

"Jadi kalau NU sering berteriak NKRI adalah harga mati, mohon maaf, itu bukan latah, bukan meniru-meniru TNI, tapi memang ada referensi sejarahnya," tukas Gus Aab, sapaan akrabnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ia menambahkan, walaupun sempat muncul gagasan agar Indonesia dijadikan negara agama (Islam) karena faktor demografis yang ? mayoritas muslim, namun para tokoh dan ulama NU (bersama tokoh-tokoh yang lain) ketika itu menolak gagasan tersebut. Sebab, Indonesia multi agama dan etnis, sehingga tidak cocok menjadi negara agama.?

Menurutnya, NKRI dan Panasila itu adalah pilihan moderat dan terbaik. Bukan negara agama, memang. Tapi Indonesia memberi kebebasan kepada pemeluk agama apapun untuk melaksakanan ibadahnya dengan baik.?

“Inikan konsep hehat. Mohon maaf, saya adalah muslim. Dan saya wajib yakin bahwa Islam adalah agama yang paling benar bagi saya. Tapi keyakinan saya pada agama Islam tidak boleh menutup ruang pemeluk agama lain untuk meyakini dan melaksanakan ajaran agamanya secara baik. Itulah Indonesia, dan itu (NKRI dan Pancasila) harus kita pertahankan sampai kapanpun," urainya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Makam, Fragmen, Lomba Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 05 Oktober 2012

Dukung Munas-Konbes NU, Ini yang Dilakukan Jaringan Santri Indonesia Tengah

Mataram, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Jaringan Santri Indonesia Tengah (Jarsit) mendukung terselenggaranya acara Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas dan Konbes NU) 2017 yang diselenggarakan di Lombok Nusa Tenggara Barat. 

Sebagai bentuk dukungannya, Jarsit membagikan buku gratis dan mendeklarasikan delapan poin komitmen untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan memegang teguh Ahlussunnah wal Jama’ah. 

“Jarsit membagikan buku secara gratis pada acara Pembukaan Munas-Konbes NU di Islamic Center Masjid Raya Hubbul Wathan Mataram Nusa Tenggara Barat,” kata Ketua Jarsit Aditia Wahyudi, Kamis (23/11).

Dukung Munas-Konbes NU, Ini yang Dilakukan Jaringan Santri Indonesia Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
Dukung Munas-Konbes NU, Ini yang Dilakukan Jaringan Santri Indonesia Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

Dukung Munas-Konbes NU, Ini yang Dilakukan Jaringan Santri Indonesia Tengah

Menurut Aditia, ini juga adalah sebagai bentuk penegasan kembali kepada publik bahwa santri sejak dahulu memiliki komitmen kebangsaan, keindonesiaan dan keislaman yang kuat. Dengan ini, ia juga menegaskan, santri Indonesia Tengah mendukung pembangunan yang dicanangkan pemerintah dan menolak segala bentuk ujaran kebencian.

“Santri Indonesia mendukung pembangunan nasional yang sudah diprogramkan pemerintah," ucapnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Berikut delapan komitmen yang dideklarasikan Jarsit:

Pertama, kami santri Indonesia Tengah berpegang teguh pada akidah Ahlussunnah wal Jamaah.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dua, kami santri Indonesia Tengah mengukuhkan dan memelihara Islam Wathoniah sebagai santri Indonesia Tengah.

Tiga, kami santri Indonesia Tengah  siap berperan aktif mengamalkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.

Empat, kami santri Indonesia Tengah  siap berperan aktif menangkal segala bentuk radikalisme.

Lima, kami santri Indonesia Tengah siap berperan aktif menjaga Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Enam, kami santri Indonesia Tengah  siap berperan aktif menjunjung tinggi toleransi umat beragama.

Tujuh, kami santri Indonesia Tengah  siap menjaga khasanah keilmuan dan memelihara nilai-nilai kehidupan pondok pesantren serta bersedia menjadi pelopor pengawal muru’ah kiai dan ulama.

Delapan, kami santri Indonesia Tengah menerima dan mendukung hasil pembangunan nasional demi kemaslahatan umat.





(Red: Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Anti Hoax, PonPes, Hikmah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 28 September 2012

Hipsi DIY: Bangga Jika Santri Punya Usaha!

Yogyakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Meskipun berat, namun harus tetap melaksanakan tanggung jawab yang telah ditangguhkan di atas pundaknya. Demikian gambaran perasaan H Buchori Al-Zahrowi, tatkala pengusaha-pengusaha NU Yogyakarta mendaulatnya sebagai ketua Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) cabang Yogyakarta, Sabtu (1/6) sore, di gedung PWNU DIY, Jl MT Haryono, 41-42.

Hipsi DIY: Bangga Jika Santri Punya Usaha! (Sumber Gambar : Nu Online)
Hipsi DIY: Bangga Jika Santri Punya Usaha! (Sumber Gambar : Nu Online)

Hipsi DIY: Bangga Jika Santri Punya Usaha!

Ditemui Pondok Pesantren Attauhidiyyah usai memimpin rapat perdana pembentukan kepengurusan HIPSI Yogya, bapak yang akrab disapa H Buchori AZ ini pun menuturkan perihal empat harapannya untuk HIPSI Yogya ke depan.

Pertama, tumbuhnya mindset enterpreneur. Kedua, meningkatnya ghirah wirausaha santri. Ketiga, bertambahnya link, dan keempat, memiliki data base pengusaha santri,” tuturnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Bendahara GP Ansor DIY ini pun menambahkan, bahwa selain pelantikan dan musyawarah kerja, hal yang pertama akan dilakukan oleh HIPSI Yogya adalah road show ke pondok-pondok dan kampus-kampus yang ada di Yogya. 

“Setelah ini kita akan road show ke pondok dan kampus, agar kita juga punya data base santri yang berwirausaha,” tandasnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Mengenai lembaga yang menjadi sasaran dari HIPSI Yogya, H. Buchori AZ telah memetakan bahwa sebagian besar sasarannya adalah wilayah pesantren. Mengingat bahwa HIPSI sendiri merupakan ‘anak’ yang lahir dari ‘rahim’ RMI (Rabithah Ma’ahid Islamiyyah). Namun tidak menutup kemungkinan juga akan menggandeng lembaga usaha di luar pesantren.

“Jika diprosentasekan, ya mungkin pesantren 60% lah, yang 40% luar pesantren,” papar pemilik usaha bakery ‘Aflah’ tersebut.

Ia pun berpesan kepada generasi muda, bahwa sekarang sudah bukan saatnya motivasi lagi, melainkan waktunya bertindak. Mengingat bahwa hal yang paling penting dalam berwirausaha adalah tindakan, bukan teori. 

“Kita akan bangga jika memiliki santri yang punya usaha,” pungkasnya sore itu.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Dwi Khoirotun Nisa’

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Sunnah, Kajian Islam Pondok Pesantren Attauhidiyyah