Minggu, 03 Juli 2016

Mbah Maimoen: Indonesia Harus Lepas dari Teroris dan Aliran Keras

Pekalongan, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. KH Maimoen Zubair, ulama sepuh dan kharismatik dari Rembang, Jawa Tengah menyampaikan bahwa sudah semestinya umat Islam berpandangan luas dan terbuka, tidak sempit mengingat keberagaman dan kemajemukan bangsa Indonesia. Sebab itu menurutnya, bangsa Indonesia harus lepas dari tindakan teror dan aliran keras.

Mbah Maimoen: Indonesia Harus Lepas dari Teroris dan Aliran Keras (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Maimoen: Indonesia Harus Lepas dari Teroris dan Aliran Keras (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Maimoen: Indonesia Harus Lepas dari Teroris dan Aliran Keras

Hal ini Mbah Moen sampaikan di sela-sela perhelatan Konferensi Ulama Internasional bertajuk Bela Negara: Konsep dan Urgensinya dalam Islam yang diselenggarakan oleh Jamiyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) pada Kamis (28/7) di Pekalongan, Jawa Tengah. Mbah Moen bersama 300 ulama thariqah dunia berupaya memberikan sumbangsih nyata bagi persatuan umat Islam di dunia.

“Saya mengharapkan agar tidak terjadi apa yang disebut dengan fanatik ashabiyyah (kesukuan, red). Tetapi Islam bangkit dari hal-hal yang kadang menimbulkan pertentangan. Nabi lahir didukung oleh Bani Hasyim dan Bani Mutthalib, tetapi kebangkitan Islam (secara meluas ke berbagai negeri) terjadi di masa sahabat, ada Muhajirin dan ada Anshar,” urainya.

Padahal, lanjut Mbah Moen, para sahabat Muhajirin dan Anshar dengan Bani Hasyim kadang timbul perselisihan. “Untuk itulah Islam membutuhkan pandangan yang luas, tidak sempit. Lebih-lebih di Indonesia, harus lepas dari teroris dan aliran-aliran keras,” jelas Pengasuh Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang ini.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Keamanan itu penting, kalau di dalam al-Quran, Wattiini wazzaytuuni wa thuuri siiniina wa haadzal BALADIL AMIIN. Barangkali dengan ini para ulama bisa mengamankan, bersama pemerintah, menyatukan kekuatan lahir dan batin,” imbuh salah satu Mustasyar PBNU ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Internasional, Fragmen, Pendidikan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Orang Bertakwa Menunaikan Kewajiban Berzakat

Bandar Lampung, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Direktur Fundraising NU Care LAZSINU Nur Rahman mengatakan karena zakat adalah kewajiban, sehingga orang yang di dalam hatinya ada ketakwaan kepada Allah SWT akan melaksanakan kewajiban berzakat.

“Orang yang bertakwa akan merasa terpanggil untuk mensyiarkan perintah-perintah Allah termasuk kewajiban zakat,” kata Rahman saat mengisi “Ngaji Fundraising” dalam rangka Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) LAZISNU Lampung di Gedung PWNU Lampung, Ahad (30/4).?

Orang Bertakwa Menunaikan Kewajiban Berzakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Bertakwa Menunaikan Kewajiban Berzakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Bertakwa Menunaikan Kewajiban Berzakat

Ia meneruskan zakat tidak akan syiar di masyarakat jika proses untuk menjadi kebiasaan bagi para muzakki tidak diajarkan sejak dini. Untuk itu sangat dianjurkan belajar berzakat sebelum kewajiban berzakat datang.?

“Kapan kewajiban berzakat datang? Kewajiban berzakat datang ketika sudah ada satu nishob dan haul. Satu nishob adalah ukuran minimal sebuah harta yang wajib dikeluarkan zakatnya yaitu 85 gram harga emas murni. Susah rasanya seseorang jika tidak dibiasakan berzakat. Maka belajar zakat sebelum nishob itu suatu keniscayaan,” papar Rahman.?

Ia menyayangkan walaupun berzakat merupakan salah satu kewajiban umat Islam sekaligus tiang agama, berzakat sering dilupakan umat Islam sendiri.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Zakat tidak sepopuler kewajiban dan perintah-perintah Allah yang lain seperti shalat, puasa, haji. Padahal shalat diajarkan sejak kecil, puasa dan haji juga di ajarkan sejak taman kanak-kanak? Kenapa zakat tidak, apakah zakat juga tidak perlu diajarkan sejak dini?” katanya mengajak merenung peserta Rakorwil yang merupakan perwakilan UPZIS dan JPZIS di Provinsi Lampung.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Hj Rita Linda dari BAZNAS Provinsi Lampung. Rita menyampaikan pihaknya siap bermitra dengan NU Care LAZISNU Lampung dalam mengembangkan dan mengelola zakat infak dan sedekah di Provinsi Lampung. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Hadits, AlaNu, Anti Hoax Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 30 Juni 2016

IPNU-IPPNU Kadur Pamekasan Buka Olimpiade Matematika

Pamekasan, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Olimpiade Mathematic And English Competition (MEC) yang digelar IPNU-IPPNU Kadur telah dibuka, Sabtu (19/1). Ketua MWCNU Kadur Pamekasan, KH Baidowi Absom didapuk sebagai pembuka kegiatan yang dilangsungkan di Pondok Pesanten Sumber Gayam.

IPNU-IPPNU Kadur Pamekasan Buka Olimpiade Matematika (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Kadur Pamekasan Buka Olimpiade Matematika (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Kadur Pamekasan Buka Olimpiade Matematika

Pembukaan yang dilangsungkan pagi hari tersebut ditempatkan di Auditorium SMA Al-Falah, Sumber Gayam, dihadiri oleh petinggi NU Kadur, Ketua PC IPNU Pamekasan, Ahmad Nasiruddin, pengurus pesantren, dan 30 peserta beserta dewan guru yang mendampinginya.

Pantauan Pondok Pesantren Attauhidiyyah, pembukaan tersebut berlangsung khidmat. Belasan panitia yang sebelumnya super sibuk, turut serta di dalamnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Faisol Ansori, Ketua IPNU Kadur, menegaskan bahwa awalnya keraguan akan kesuksesan kegiatan MEC menyelimuti pikirannya. Sebab, kata Faisol, seminggu menjelang Hari H, yang mendaftar hanya 2 orang.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Tapi ternyata, mencapai 30 orang. Ini sangat menyenangkan," sela Baitiyah, Ketua Panitia, sembari menuturkan, peserta tersebut terdiri dari 12 delegasi MTs atau sederajat, dan 18 delegasi MA atau sederajat.

Helliyatul Mukarramah, Ketua IPPNU Kadur, menyatakan bahwa olimpiade MEC bakal dilangsungkan dua hari aktif, tanggal 19 - 20 Januari.

"Pada tanggal 19 Januari, peserta yang 30 ini, nantinya akan diambil 10 besar. Pada 20 Januari, akan bersaing lagi untuk memperebutkan juara 1, 2, dan atau 3. Antara juara tingkat MTs dan MA, nantinya dipisah," terang Helen, panggilan Helliyatul Mukarramah.

Sekretaris IPNU Kadur, Fathorrahman, menceritakan betapa terselenggaranya kegiatan tersebut tidak lepas dari kesemangatan pengurus IPNU dan IPPNU Kadur.

"Insya Allah, pasti sukses kalau disertai niatan ibadah dan kerja sama yang kuat di antara kita," ujar Oong, panggilan akrab Fathorrahman.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah IMNU Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 26 Juni 2016

Hipsi Lampung Pamerkan Kain Tapis di Aljazair

Algeria, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Expo Terpadu di Safex Alger, Aljazair ramai dikunjungi. Pameran yang diprakarsai KBRI di Aljazair ini menampilkan produk-produk Indonesia baik dari UKM maupun Perusahaan besar di Indonesia.

Di antara yang dipamerkan adalah PT.Wika, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Pertamina dan lainya yang umumnya bergerak dalam bidang manufaktur dan kontruksi. Sementara Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (Hipsi) Lampung menampilkan produk unggulanya yakni kain tapis.

Hipsi Lampung Pamerkan Kain Tapis di Aljazair (Sumber Gambar : Nu Online)
Hipsi Lampung Pamerkan Kain Tapis di Aljazair (Sumber Gambar : Nu Online)

Hipsi Lampung Pamerkan Kain Tapis di Aljazair

Saat meninjau stand Hipsi Lampung (24/11) Dubes RI untuk Aljazair Safira Machrusah menyatakan kegembiraanya atas antusiasme pengunjung pada produk kain tapis Lampung.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Semoga tapis Lampung makin dikenal dunia, syukur-syukur habis expo ini tapis bisa di export ke Aljazair," katanya pada Expo yang berlangsung yang berlangsung dari tanggal 23 sampai dengan 27 November ini.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Terkait respon positif tersebut Direktur Marketing Kain Tapis Syafiah Musyafaah menambahkan untuk expo ini pihaknya sudah menjalin komunikasi bisnis saat pameran berlangsung.

"Sudah ada dua korporet lokal dan beberapa buyer dari Prancis dan Maroko yang menghubungi untuk kerjasama bisnis lebih lanjut," ungkapnya. (Fachurrahman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Amalan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 10 Juni 2016

Kang Said: Jangan Diskriminasi Minoritas

Purwokerto, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj meminta jamaah Nahdliyin tidak melakukan diskriminasi terhadap kaum minoritas. Contoh paling populer di antaranya adalah kelompok Ahmadiyyah dan Syiah.

"Saya tahu Ahmadiyyah sesat, tapi kita harus melindungi mereka tetap hidup di Indonesia. Jangan diskriminasi dengan kaum minoritas," kata pria yang akrab disapa Kang Said saat di Purwokerto, Ahad (27/4).

Kang Said: Jangan Diskriminasi Minoritas (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Jangan Diskriminasi Minoritas (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Jangan Diskriminasi Minoritas

Kang Said hadir di Purwokerto untuk melantik pengurus Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Banyumas. Pelantikan pengurus periode 2014-2018 itu dilakukan di kantor sekretariat FKUB Banyumas, di Jalan A Yani, Purwokerto.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selanjutnya, Kang Said berpesan agar ISNU khususnya lebih berperan dan memiliki kiprah riil dalam pengembangan masyarakat. Apalagi, lanjut Kang Said, pengurus ISNU memiliki talar pendidikan dan disiplin ilmu beragam yang menunjang.

"Yang paing dekat, bagaimana ISNU mengambil peran pemberdayaan di Lembaga Pendidikan NU, mulai dari Maarif, dan sebagainya. SDM lembaga pendidikan kita selama ini masih terbilang tertinggal dibanding lainnya," katanya berpesan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kang Said juga menegaskan bahwa NU termasuk di dalamnya ISNU tidak berpolitik praktis. Selain melantik pengurus ISNU Banyumas, Kang Said juga menjadi pembicara dalam Haul di Pondok Pesantren Al Ihya Ulumuddin, Kesugihan, Cilacap.

Sementara itu, sesuai arahan Kang Said, agenda dan program pertama ISNU Banyumas akan fokus ke bidang pendidikan. Adapun bentuk kegiatan bisa berupa pelatihan, workshop pendidikan, seminar dan sebagainya. Fokus lain adalah ISNU Banyumas yang bebas dari politik praktis.

"Kita juga akan fokus ke pertanian dan peternakan, mengingat basis utama warga NU ada di sana. Beberapa program sudah kita siapkan, untuk pemberdayaan lebih riil," kata Ketua ISNU Banyumas, Nurul Anwar didampingi Wakil Sekretaris Ulul Huda. (Roedjito eL Fateh/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Sholawat, News Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 03 Juni 2016

Masjid Istiqlal Kenalkan Beduk kepada Ulama Afganistan

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Usai mengunjungi sejumlah tempat penting di Jawa Timur dan Yogyakarta, rombongan 13 delegasi ulama Afganistan kembali ke Jakarta untuk mengenal lebih jauh tentang Masjid Istiqlal, dan beberapa lokasi lain di ibu kota, Jumat (20/9).

Masjid Istiqlal Kenalkan Beduk kepada Ulama Afganistan (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Istiqlal Kenalkan Beduk kepada Ulama Afganistan (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Istiqlal Kenalkan Beduk kepada Ulama Afganistan

Dalam kunjungan ke Masjid Istiqlal, mereka disambut Sekretaris Badan Pengelola Pelaksana Masjid Istiqlal H Subandi dan dijelaskan mengenai profil, filosofi struktur bangunan, dan perangkat yang ada di masjid nasional ini, termasuk kentongan dan beduk.

Selain menerangkan kentongan dan beduk sebagai kekayaan budaya khas Indonesia untuk menandai tibanya waktu shalat, Subandi juga memperagakan bunyi kedua alat tersebut dengan gaya memukul sebagaimana biasanya. Ulama Afganistan pun mencoba ikut memperagakannya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Subandi juga mengajak rombongan ulama Afganistan mengelilingi sejumlah ruangan masjid, tak terkecuali unit pendidikan dasar yang dikelola Masjid Istiqlal. Setelah melakukan dialog, para pengikut mazhab Imam Hanafi ini mengikuti sembahyang Juma’at di Masjid Istiqlal.

Ke-13 tokoh agama yang sedang mengupayakan perdamaian di Afganistan ini berkunjung sejak Ahad sepekan lalu. Kegiatan ini merupakan lawatan balik sesudah tim dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) datang ke Afganistan pada Juli lalu dalam rangka memfasilitasi penyelesaian konflik.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ketua tim delegasi, Dr Fazal Ghani, mengaku sangat senang mengenal khazanah kebudayaan Islam Nusantara. “Kami akan bawa pengalaman beragama bersama NU ini ke negara kami,” ujarnya.?

Pada kunjungan kali ini, rombongan ulama Afganistan didampingi Ketua Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah NU (Lazisnu), dan tiga wasekjen PBNU Abdul Munim DZ, Encheng Shobirin, dan Adnan Anwar.?

Dari Masjid Istiqlal, para delegasi ini mengikuti acara penutupan bersama PBNU di kantor PBNU, Jakarta, Jumat malam. Turut hadir dalam forum ini Waketum PBNU H Asad Said Ali, Rais Syuriyah PBNU KH Saifuddin Amtsir, dan sejumlah pengurus PBNU lainnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Berita Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rabu, 01 Juni 2016

Masyarakat Dusun Berhak Nonton Film Berkualitas

Purbalingga, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Langit cerah dan layar pun sudah terkembang melintang di jalan dusun. Desa yang biasanya sunyi, sore itu tampak sumringah dengan anak-anak yang berlarian di seputaran layar putih yang tertancap.

Malam itu, Sabtu, 3 Mei 2014, Festival Film Purbalingga (FFP) 2014 dimulai di Dusun Karanggedang, Desa Panusupan, Kecamatan Rembang, Purbalingga. Festival tahunan yang digagas Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga dan sudah memasuki tahun kedelapan ini dibuka oleh kepala dusun (kadus) ditandai bunyi kendang Jawa yang ditabuh.

?

Masyarakat Dusun Berhak Nonton Film Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Dusun Berhak Nonton Film Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Masyarakat Dusun Berhak Nonton Film Berkualitas

Dalam sambutannya, Kadus Karanggedang Tarmono mengatakan kegembiraannya menjadi salah satu titik program Layar Tanjleb sekaligus lokasi pembukaan FFP. “Ini sejarah. Biasanya habis maghrib, orang desa ya ngumpul di rumah nonton tv. Malam ini, ngumpul di jalan nonton film layar besar,” tuturnya.

?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jalan dusun yang hanya dilewati mobil hingga sore hari, sudah dipadati warga yang datang dari semua penjuru. Mereka antusias, selain tidak pernah ada hiburan di luar rumah juga penasaran dengan film-film yang hendak diputar.

?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pada kesempatan pembukaan itu, memutar film-film pendek dan panjang, yaitu “Tuyul” dari SMP 4 Karangmoncol, “Segelas Teh Pahit” dan “Selendang Lengger” dari SMA Rembang, “Penderes dan Pengidep” dari SMA Kutasari keempat film itu karya pelajar Purbalingga.

?

Sementara film dari luar purbalingga, “Boncengan” dan “Gazebo” sutradara Senoaji Yunus produksi Sanggar Cantrik Yogyakarta serta film bioskop “Sang Penari” sutradara Ifa Isfansyah produksi Salto Films Jakarta.

?

Menurut Direktur FFP Bowo Leksono, menghidangkan tontonan film yang baik bagi warga desa merupakan tugas dari FFP. “Warga desa yang tinggal di pelosok, juga mempunyai hak menonton film-film berkualitas yang tidak mudah mereka akses. Dan dengan layar tanjleb keliling inilah caranya,” ujar anggota IPNU Purbalingga itu.

?

Rencananya, program Layar Tanjleb FFP 2014 berkeliling ke 18 desa di wilayah Banyumas Raya (Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, dan Banyumas). Selanjutnya, pada Senin malam, 5 Mei 2014, akan menyambangi Desa Giritirta, Kecamatan Pejawaran, Banjarnegara. (Red: Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Nasional, Anti Hoax, News Pondok Pesantren Attauhidiyyah