Senin, 24 April 2017

Ulama Yordania: Pemuda NU Mampu Pelopori Peradaban Islam Dunia

Malang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Sejarah perkembangan Islam di Nusantara tak sama dengan perkembangan Islam di Timur Tengah. Jika di sana umumnya Islam disebarkan dengan cara penaklukan (peperangan), maka di Indonesia agama tersebut tersebar melalui jalur yang damai. Sehingga, Indonesia mampu menjadi negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Ulama Yordania: Pemuda NU Mampu Pelopori Peradaban Islam Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Yordania: Pemuda NU Mampu Pelopori Peradaban Islam Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Yordania: Pemuda NU Mampu Pelopori Peradaban Islam Dunia

Demikian disampaikan Syekh Aun Al-Qaddoumi, ulama Ahlussunnah wal Jamaah dari Yordania saat memberikan ceramah dalam forum Seminar Internasional “Peran Pemuda dalam Kebangkitan Peradaban Islam di Era Global” di Ruang Sidang Rektorat Universitas Islam Malang, Senin (17/2).

Menurut dia, Indonesia adalah negara dengan tingkat kerukunan hidup beragama yang sangat tinggi. Syekh Aun Al-Qaddoumi melontarkan apresiasinya terhadap Nahdlatul Ulama yang dianggap berperan serta dalam mewujudkan toleransi beragama di Indonesia.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ia juga mendukung usaha NU dalam mengembangkan Islam yang ramah di Indonesia, yang selama beberapa waktu terakhir ini telah diperluas ke lingkup berskala internasional. “Saya melihat Indonesia ini seperti gambaran Islam di Madinah yang dibina oleh Rasulullah,” kata Syekh Aun.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Syekh Aun juga memuji pemikiran-pemikiran para ulama pendiri NU. Dia mengaku sangat yakin bahwa Nahdlatul Ulama ke depan akan menjadi pelopor dalam membangun peradaban Islam di dunia.

“Ke depan, Nahdlatul Ulama sangat memungkinkan untuk melanjutkan membangun peradaban Islam di dunia dengan generasi mudanya yang potensial. Dengan bimbingan para Kiai Nahdlatul ulama tentunya,” tambahnya.

“Mulai zaman dulu, sejak Zaman Rasulullah yang membawa sebuah peradaban Islam dalam setiap periode masa, selalu muncul tokoh-tokoh Islam yang membangun peradaban. Seperti Umar bin Al-Khattab, Shalahuddin Al-Ayyubi (dari Dinasti Ayyubiyah) dan Muhammad Al-Fatih (dari Dinasti Turki Utsmani),” kata Syaikh Aun.

Berkali-kali ia menyebutkan dalam ceramahnya bentuk jamak (plural) dari kata ‘kiai’ dengan ‘kiaiat’. Syekh Aun berbicara di hadapan sekitar 60 mahasiswa pascasarjana dan para civitas akademika Universitas Islam Malang (Unisma). Habib Jamal bin Toha Baagil juga hadir dalam kesempatan itu sebagai penerjemah.

Turut hadir dalam forum ini Pembantu rektor I Unisma Badat Muwakhid, Pembantu Rektor III Masykuri Bakri,? Direktur Pascasarjana Unisma Bashori Muchsin, Ketua Program Studi (KPS) Pendidikan Islam Pascasarjana Unisma Ilyas Tohari, dan Dekan Fakultas Agama Islam Unisma Abdul Munir Ilham. (Ahmad Nur Kholis/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Fragmen, Jadwal Kajian, Pondok Pesantren Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 20 April 2017

Masjid Gus Dur Doakan Muslim Rohingya dan Palestina

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ketua Umum DKM Masjid Al-Munawwaroh Ciganjur, H Arif Rahman Hamid Baidlawi, mengatakan kaum muslimin di berbagai belahan dunia lain, misalnya di Rohingya dan Palestina, kini sedang mengalami suasana yang tidak mengenakkan lantaran represi aparatur negara.

Masjid Gus Dur Doakan Muslim Rohingya dan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Gus Dur Doakan Muslim Rohingya dan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Gus Dur Doakan Muslim Rohingya dan Palestina

Hal tersebut ia sampaikan saat memberi sambutan sebelum pelaksanaan shalat Idul Adha di masjid yang akrab disebut Masjid Gus Dur ini. “Kondisi mereka sangat berbeda dengan muslim di Indonesia. Oleh karenanya, mari kita doakan saudara-saudara kita di kedua wilayah tersebut diberi pertolongan Allah SWT. Al-Fatihah,” ujar Arif Rahman, Jumat (1/9).

Di hadapan para jamaah yang membludak hingga halaman Masjid Gus Dur ini, ia,berharap kaum muslimin mampu mengambil makna dari peristiwa pengurbanan Nabi Ibrahim dan keikhlasan Nabi Ismail dalam mendalam perintah Allah. “Kalau zaman sekarang mungkin nggak ada yang seperti itu,” ujarnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menurut keponakan Gus Dur ini, berhasilnya ibadah Nabi Ibrahim dan Ismail itu lantaran adanya kerjasama yang baik antara bapak dan anak. Sebab jika tidak ada kerjasama antara kedua belah pihak, pasti gagal.

“Yang ada malah kejar-kejaran antara bapak dan anak. Kerjasama inilah yang akhirnya diteladani seluruh umat manusia di penjuru dunia. Itu pula yang bisa kita teladani di sini,” tandas pria yang juga pengurus Yayasan KH A Wahid Hasyim Ciganjur ini.

Sebelumnya, Ketua Harian DKM Al-Munawwaroh H Syaifullah Amin mengumumkan bahwa Masjid Gus Dur kembali mendapat kepercayaan dari masyarakat sebanyak sembilan ekor kambing dan dan tujuh ekor sapi.

“Untuk penyembelihan dan pembagian daging kurban dilaksanakan Sabtu pagi yang masuk hari Tasyriq pertama. Yang kedua, pembagian akan diantarkan langsung oleh panitia ke rumah masing-masing. Jadi, tidak ada pembagian di lapangan atau melalui kupon,” tegasnya.

Pantauan Pondok Pesantren Attauhidiyyah, sejak pagi buta warga terlihat berduyun-duyun memasuki masjid untuk melaksanakan shalat Idul Adha. Tampak aparat kepolisian berjaga-jaga di pintu gerbang masjid tersebut.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Anggota keluarga besar KH A Wahid Hasyim yang turut serta berjamaah yaitu Dr Umar Wahid, Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlawi, dan Nyai Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid. Khutbah Idul Adha disampaikan Ketua LD PWNU DKI Jakarta KH Ghufron Mubin. Usai khutbah dan mushafahah, sejumlah jamaah menghadiri open house di kediaman Gus Dur. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Ulama Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 17 April 2017

Guru Way Kanan Apresiasi Kiprah GP Ansor

Way Kanan,Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Sejumlah pengajar dan kepala sekolah di Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung mengapresiasi positif beberapa kiprah Gerakan Pemuda Ansor. Winingsih, Kepala Sekolah SMAN 1 Baradatu? misalnya, menilai organisasi pemuda NU itu membuka cakrawala berpikir.

Winingsih di Blambangan Umpu, Selasa (2/12) mengatakan, merasa berdosa terhadap anak didik setelah mengikuti pelatihan diselenggarakan Ansor,? De MOST (Motivator, Observer, Service, Totally), Dinas Pendidikan dan Kebudayan serta Himpaudi setempat.

Guru Way Kanan Apresiasi Kiprah GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Way Kanan Apresiasi Kiprah GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Way Kanan Apresiasi Kiprah GP Ansor

"Ada perasaan berdosa kepada siswa. Ternyata untuk memahami keinginan anak tidak segampang yang kami inginkan. Kami ingin berubah setelah mengikuti kegiatan Ansor beberapa waktu lalu itu," ujarnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sebelumnya, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda ANSOR Kabupaten Way Kanan pada Kamis (13/11) menggelar kegiatan bertajuk "Tribute Untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa" sebagai bentuk penghormatan dan upaya menghargai jasa-jasa para guru dari berbagai tingkatan di daerah tersebut.

Kegiatan diperuntukkan secara cuma-cuma bagi pengajar dari berbagai tingkatan di Way Kanan yang ingin memahami gaya belajar anak didik dengan narasumber utama Eko Chrismiyanto (Founder, CEO De MOST, Praktisi Dermatoglipics) yang bergerak dalam jasa motivasi sidik jari.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Kegiatan tersebut bagus, sangat bagus malah karena membuka pikiran. Selama ini guru tidak menyadari bagaimana karakter anak didik," ujar Winingsih lagi.

Senada Winingsih, Poniman, pengajar SDN Sinar Gading Kecamatan Kasui dan I Ketut Kantia pengajar SMAN4 Banjit juga menilai acara tersebut sangat positif dan membantu pengajar. "Khususnya para guru kelas dan guru BK," kata Poniman. Adapun menurut Kantia, guru di sekolahnya mempunyai minat untuk mengikuti kegiatan Ansor jika diadakan lagi.

"Guru di sekolah kami mempunyai minat tinggi untuk mengikuti pelatihan tersebut setelah saya ceritakan. Jika ada kegiatan serupa lagi, tentu banyak guru berminat. Namun mohon durasi pelatihannya untuk bisa diperpanjang," ujar Kantia. (Hamengku Rayyan/Abdullah Alawi)

Keterangan foto:

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Way Kanan Gino Vanollie saat membuka acara "Tribute Untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa".

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Ubudiyah, Habib Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 16 April 2017

IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta Komit Dirikan Anak Cabang Baru

Yogyakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kepengurusan baru Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kota Yogyakarta bertekad akan mendirikan pimpinan anak cabang (PAC) baru di beberapa daerah di Kota Yogyakarta.

"Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta selama ini banyak didominasi oleh pelajar dari luar Jogja yang sedang kuliah dan nyantri di Jogja. Sehingga pelajar asli Jogja membutuhkan wadah resmi yang berasal dari bawah," ujar Shofwan Hadi selaku ketua PC IPNU Kota Yogyakarta yang terpilih Maret lalu.

IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta Komit Dirikan Anak Cabang Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta Komit Dirikan Anak Cabang Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta Komit Dirikan Anak Cabang Baru

PC IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta juga sudah meminta restu dan dukungan pendirian PAC baru kepada Pengurus Cabang NU Kota Yogyakarta beserta segenap badan otonomnya pada pertemuan persiapan agenda Ramadlan dan Idul Fitri 1437 H.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kegiatan berlangsung di salah satu rumah makan di daerah Gedong Kuning, Yogyakarta, Rabu (6/4), dan dihadiri segenap pemangku kepentingan dari Kemenag, PCNU, MWCNU, Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU-IPPNU, dan LAZISNU.

Menurut Shofwan, kehadiran Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU penting sebagai wadah pengaderan tingkat dasar IPNU-IPPNU di Kota Yogyakarta. Dengan demikian, kader IPNU-IPPNU dari warga asli Yogyakarta akan semakin banyak.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Keinginan mendirikan PAC IPNU-IPPNU di Kota Yogyakarta mendapatkan respon positif dari semua pihak. Ketua PCNU kota Yogyakarta Ahmad Yubaidi mengatakan, agenda Ramadlan dan Idul Fitri kali juga menjadi sarana melatih diri dan kader untuk bisa memberikan manfaat di masyarakat.

“Menyambut Ramadlan dan Idul Fitri ini salah satu tujuannya adalah mempercantik rumah ibadah, pesantren, melengkapi administrasi, pengembangan masyarakat," ujarnya. (Naim Failashuf/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Amalan, Kiai Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 15 April 2017

Gelar Aksi, Ini 3 Tuntutan PMII kepada DPRD Kota Pariaman

Pariaman, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Puluhan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Pariaman menggealr aksi damai ke gedung DPRD Kota Pariaman, di Manggung, Rabu (11/11/). Aksi demonstrasi digelar dalam rangka hari Pahlawan 10 Nopember 2015.

Gelar Aksi, Ini 3 Tuntutan PMII kepada DPRD Kota Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Aksi, Ini 3 Tuntutan PMII kepada DPRD Kota Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Aksi, Ini 3 Tuntutan PMII kepada DPRD Kota Pariaman

PMII Kota Pariaman dalam tiga butir tuntutannya meminta agar DPRD Kota Pariaman menjadi pahlawan untuk kemaslahan umat. Kemudian meminta DPRD agar memikirkan kepemudaan sesuai amanat UU No 40 tahun 2009, sebagai wujud estafet pahlawan bangsa.

Tuntutan ketiga meminta DPRD Kota Pariaman memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat terkait pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat dalam Pilkada serentak 9 Desember 2015 mendatang, demi mewujudkan pahlawan yang diharapkan bukan demi kepentingan politik pribadi atau partai.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Aksi demonstrasi PMII langsung dipimpin Ketua PC PMII Kota Pariaman Jupmaidi Ilham. Tapi tak satupun dilayani anggota DPRD Kota Pariaman. Seluruh anggota DPRD Kota Pariaman sedang dinas luar daerah.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Mahasiswa melanjutkan aksinya ke Kantor Balaikota Pariaman di jalan Imam Bonjol Kota Pariaman. Para mahasiswa menggelar aksinya juga dengan berorasi di halaman Kantor Balaikota tersebut. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Keterangan Foto: Ketua PC PMII Kota Pariaman Jupmaidi Ilham tengah berorasi di halaman Balaikota Pariaman, Rabu (11/11/2015).

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pahlawan, Pertandingan, Anti Hoax Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Tantangan Masyarakat terhadap Perkembangan Zaman

Jombang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Perkembangan zaman menuntut pola dan gaya hidup manusia berubah. Bahkan dalam persoalan keyakinan (beragama) tak jarang menjadi pemicu konflik mendasar antarkelompok yang berbeda ideologi.

Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Ahmad Samsul Rijal mengungkapkan, bahwa saat ini masyarakat secara umum berada pada situasi tersebut, dan menanggung segala resiko yang terjadi.?

Tantangan Masyarakat terhadap Perkembangan Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Tantangan Masyarakat terhadap Perkembangan Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Tantangan Masyarakat terhadap Perkembangan Zaman

Pada situasi demikian, tak sedikit masyarakat yang tidak bisa memahami dan membaca dinamika yang berkembang di lingkungannya masing-masing. Misalnya pada aspek keyaknianan dalam beragama, mereka akan mudah mendapat serangan berbagai ajaran dan ideologi.?

?

"Dampak dari berbagai perubahan orientasi dan sikap hidupnya, menjadikan agama lebih dipahami sebagai sistem pengetahuan, lebih banyak diketahui dan dipelajari, implementasinya tidak banyak dipersoalkan. Agama lambat laun tidak lagi disadari sebagai sistem keyakinan yang menuntun, menuntut dan pedoman untuk dijalankan dan ditingkatkan kualitas pelaksanaanya," katanya, Selasa (29/3).

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dalam perkembangan selanjutnya, kata Rijal, perpindahan masyarakat dari desa ke kota. Masyarakat kota diidentifikasi sebagai masyarakat yang? cenderung? individualistik, hedonis dan mengedepankan kerja dan materi sebagai daya sekaligus gaya hidup.

"Berbagai perubahan orientasi hidup, bersikap dan ketaatan terhadap nilai begitu lentur menyesuaikan terhadap tuntutan dan kebutuhan. Tujuan dan permasalahan yang mereka hadapi cenderung lebih kompleks, sehingga tidak bisa lagi didekati dengan cara sederhana," imbuhnya.

Pada sektor permodalan atau perekonomian, ia menjelaskan sekurangnya modernitas diwakili oleh lembaga keuangan modern dan media. Fakta kemiskinan menjadikan mereka sulit untuk bisa mendapat akses permodalan bank.

Bank-bank dengan bunga tinggi justru menjadi sasaran mereka. Bagai jatuh, tertimpa tanggap pula. Kondisi mereka pun dijadikan bulan-bulanan oleh media yang menawarkan banyak jalur untuk mengingkari leluhur, kearifan dan keluhuran budaya. Ikatan sejarah serta warisan budaya dengan mudah akan mereka putus karena pengaruh oleh dahsyatnya media. Dengan begitu, kita semakin berada di pojok peradaban," tandasnya. (Syamsul Arifin/Zunus)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Bahtsul Masail, News Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 11 April 2017

Kiai Hasyim: Ingin Negara Selamat, NU Harus Dirawat

Jombang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Rais Syuriah PBNU, KH Hasyim Muszadi mengusulkan agar negara memberikan anggaran untuk organisasi kemasyarakatan (ormas) seperti NU. Pasalnya NU merupakan penjaga NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) paling tangguh. Karena kalau NU-nya ruwet maka negaranya juga pasti ruwet.

"Kalau ingin Negara selamat ini, NU harus dirawat, seharusnya negara memberikan anggaran untuk NU. Bukan malah partai politik saja yang diributkan anggarannya," ujar KH Hasyim Muzadi saat hadir di Jombang pada silaturrahim Dirut  Perhutani dengan ulama pesantren, Jumat (8/5). 

Kiai Hasyim: Ingin Negara Selamat, NU Harus Dirawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hasyim: Ingin Negara Selamat, NU Harus Dirawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Hasyim: Ingin Negara Selamat, NU Harus Dirawat

KH Hasyim yang juga Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini menambahkan, bahwa NU merupakan organisasi penjaga NKRI yang paling tangguh. Dikatakannya, kalau NU-nya ruwet maka Negara dipastikan ruwet. "Karena apapun yang terjadi di NU, pasti akan mempengaruhi konstelasi politik secara nasional," jelas mantan Ketua PBNU ini menambahkan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Mestinya, tambah Hasyim, bukan hanya partai politik yang diberi anggaran, akan tetapi civil society juga harus diberi anggaran.

Dikatakannya, organisasi Islam yang ada di Indonesia sejak awal adalah NU dan Muhammadiyah, sedangkan yang lain itu belakangan datang. "Dan kemungkinan yang baru-baru itu ditunggangi kepentingan luar. Nah ini repotnya kan," katanya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menanggapi usulan ini, KH Sholahudin Wahid adik kandung Gus Dur mendukung usulan yang diontarkan KH Hasyim Muzadi yang juga Anggota Watimpres ini. Menurutnya ormas NU dan Muhamadiyah layak mendapat anggaran dari Negara. 

"NU dan Muhamadiyah ikut mendirikan Negara, maka sangat wajar jika pemerintah memberikan anggaran bagi ormas terbesar di Indonesia ini," tutur Gus Sholah.

Disinggung apakah tidak khawatir akan terseret korupsi jika NU menerima anggaran dari pemerintah.  Mantan anggota Komnas HAM ini mengatakan, hal itu bisa diantisipasi dengan adanya pengawasan. "Tidak lah, kalau digunakan dengan benar dan tentunya diawasi dan harus transparan, saya yakin tidak," jelas Pengasuh Pesantren Tebuireng yang dikabarkan kembali mencalonkan sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-33 NU Agustus mendatang ini. (Muslim Abdurrahman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Warta Pondok Pesantren Attauhidiyyah