Senin, 12 Juni 2017

Hasyim Muzadi: Moral Politik Indonesia Masih Jauh Panggang dari Api

Tulungagung, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) DR KH Hasyim Muzadi mengemukakan, moral politik bangsa Indonesia saat ini masih sebatas sebuah angan-angan yang belum diaktualisasikan secara riil dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Political morality kita masih jauh panggang daripada api, masih sebatas angan-angan. Kita nggak tahu sampai kapan political morality kita bisa seperti yang ada di negara-negara lain," tegas Hasyim Muzadi saat meresmikan kantor PCNU Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (5/1).

KH Hasyim Muzadi mengemukakan penilaiannya itu setelah sebelumnya membandingkannya dengan moral politik yang dimiliki Bangsa Iran. Diakui Hasyim, dirinya sangat kagum ketika Ahmadinejad bisa terpilih menjadi presiden Iran. Padahal, rival dalam pemilihan presiden itu seorang mantan ketua parlemen yang juga kaya raya.

Hasyim Muzadi: Moral Politik Indonesia Masih Jauh Panggang dari Api (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi: Moral Politik Indonesia Masih Jauh Panggang dari Api (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi: Moral Politik Indonesia Masih Jauh Panggang dari Api

Suatu ketika, kekagumannya itu pernah ditanyakan kepada koleganya, seorang syeikh terkenal di Iran. "Saya tanyakan kepada syeikh itu, kenapa Ahmadinejad bisa terpilih menjadi presiden. Ternyata, jawabannya, Ahmadinejad terpilih menjadi presiden, karena dia miskin. Saya langsung kaget. Kok beda ya dengan yang terjadi di negara kita. Ini artinya, political morality kita masih jauh panggang daripada api," kata Hasyim Muzadi.

Di hadapan warga nahdliyin, KH Hasyim juga mengingatkan posisi NU yang sebenarnya nasabnya bagus, tapi nasibnya selalu jelek. "Kita memang kuat di bidang ubudiyah. Tapi, kita lemah di bidang nidzamiyah. NU itu selalu terlibat dalam setiap perjuangan, tapi selalu kocar-kacir di bidang kenegaraan. Maka, yang diperlukan NU sekarang, selain kekuatan rokhaniyah juga kekuatan nidzamiyah," ujar pengasuh Ponpes Al Hikam Malang ini.

Pada bagian lain, Hasyim Muzadi mengungkapkan keprihatinannya terhadap manajemen kepengurusan NU yang diibaratkan masih seperti mobil taksi. Akibatnya, langkah perjuangan NU menjadi sangat bergantung kepada siapa figur yang mengendalikan kepengurusan organisasi. Jika demikian, tambah dia, NU bisa kehilangan arah perjuangan sebagaimana digelorakan kiai-kiai yang menjadi pendirinya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Kepengurusan NU, hari ini seperti taksi.  Jadinya, perjuangan NU tergantung pengurus yang sedang menjadi ‘sopir’ taksi yang bernama NU. Ini terjadi dimana-mana," ujar Hasyim Muzadi mengingatkan kader-kadernya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Agar tidak seperti taksi, tambah Hasyim, PBNU akan mengadakan musyawarah nasional (Munas ) alim ulama, akhir Desember 2008 ini. "Sesuai amanat Rais Am, Munas alim ulama ini untuk merumuskan ‘rel’ yang bisa dijadikan  lintasan para pengurus NU. Dengan begitu, jika terjadi regenerasi kepengurusan, arah NU tidak ganti-ganti haluan seperti saat ini,"’ ungkap Hasyim.

Selaku Ketua Umum PBNU, Hasyim Muzadi juga mengajak warga nahdliyin di semua tingkatan untuk menghidupkan kembali keberadaan jamaah dan pengajian kitab di masjid-masjid. "Ini penting untuk brain storming. Jangan sampai kebiasaan NU seperti itu ditinggalkan. Tradisi NU itu bisa diambil orang lain kalau kita tidak menghidupkannya," terang Hasyim Muzadi.

Sementara itu, peresmian gedung PCNU yang berlokasi di Desa Gedangsewu, Kecamatan  Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, seperti dilaporkan kontributor Pondok Pesantren Attauhidiyyah Muhibuddin dari Tulunggagung, ditandai dengan pemukulan bedug yang dilakukan KH  Hasyim Muzadi.

Ikut menyaksikan pemukulan bedug, Ketua PCNU H. Chamim Badruzzaman, Bupati Ir Heru Tjahjono, MM, Ketua PWNU Jatim, DR Ali Maschan Moesa, anggota FKB DPR RI, Ali Masykur Moesa, Ketua Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa. Acara ini juga dihadiri pengurus cabang NU yang ada di sekitar kota Tulungagung.

Selain itu, dalam peresmian itu, Hasyim Muzadi juga menyerahkan bibit tanaman kepada warga nahdliyin sekaligus untuk mencanangkan gerakan penghijauan. Bibit tanaman penghijauan yang diserahkan, antara lain berupa 30.000 batang bibit tanaman durian dan bibit jati emas sejumlah 10.000 batang. (bin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pesantren Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 11 Juni 2017

Saudi Belum Tetapkan Kuota Tambahan Haji untuk Indonesia

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kepastian apakah Indonesia akan memperoleh tambahan kuota haji sebanyak 10 ribu atau tidak, masih menjadi tanda tanya besar. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, sesuai keputusan Pemerintah Saudi, kuota haji tahun ini di setiap negara sama dengan tahun lalu.

Saudi Belum Tetapkan Kuota Tambahan Haji untuk Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Saudi Belum Tetapkan Kuota Tambahan Haji untuk Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Saudi Belum Tetapkan Kuota Tambahan Haji untuk Indonesia

Pemotongan kuota sebanyak 20 persen, katanya, juga masih diberlakukan untuk semua negara. Karenanya, kuota haji Indonesia sebesar 168.800, terdiri dari 155.200 kuota haji reguler dan 13.600 kuota haji khusus.

“Khusus bagi Indonesia, karena sejak lama memperjuangkan tambahan 10 ribu, ini yang terus kita ikhtiarkan. Doakan saja mudah-mudahan bisa diwujudkan tahun ini tambahan itu,” tegas Menag saat ditanya wartawan usai menghadiri Halaqah Pimpinan Pondok Pesantren se-Provinsi Lampung, Senin (18/04), sebagaiman dilansir kemenag.go.id.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ihwal wacana tambahan kuota bagi Indonesia sebanyak 10 ribu jamaah, Menag sudah meminta kepastiannya kepada Pemerintah Saudi Arabia saat melakukan kunjungan kerja ke Jeddah pertengahan Maret lalu. Namun, pihak Saudi belum memberikan jawaban secara tegas karena sedang dipertimbangkan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Menteri Urusan Haji Saudi mengatakan bahwa hal ini betul-betul menjadi perhatian Pemerintah Saudi yang terus dipertimbangkan. Pada saatnya nanti, Pemerintah Saudi akan menyampaikan secara resmi terkait hal ini,” kata Menag, Rabu (16/03) lalu.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo telah melakukan kunjungan ke Saudi Arabia dan bertemu dengan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud di Jeddah, pada pertengahan September tahun lalu. Dalam pertemuan itu, Raja Salman menyampaikan kepada Presiden Jokowi bahwa kuota jamaah haji? Indonesia akan ditambah sebanyak 10 ribu.

Saat menerima Kunjungan Kehormatan dari Menteri Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi Adel Bin Ahmed Al Jubeir, di tengah-tengah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa (LB) ke-5 Organisasi Kerjasama Islam (OKI), di JCC Senayan, Jakarta, Senin (07/03),? Presiden Joko Widodo? meminta? agar penambahan kuota haji bagi Indonesia dapat segera direalisasikan. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Olahraga, Bahtsul Masail, Quote Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Infaq Warga Meningkat, PCNU Batang Segera Bangun Rumah Sakit

Batang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Dalam rentang tiga tahun terakhir ini, PCNU Kabupaten Batang terus berupaya mendirikan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU). Pembangunan yang akan didirikan di area jalan pantura, tepatnya di Desa Sengon Kecamatan Subah ini menjadi program unggulan PCNU Batang dengan dukungan dari segenap warga NU setempat.?

Sejak tahun 2014 lalu, PCNU Batang secara masif menggelar infaq bertepatan dengan peringatan Harlah NU. Keinginan warga NU Batang untuk memiliki rumah sakit semakin menguat dengan peningkatan infaq yang terkumpul. ?

Bendahara PCNU Batang, Ahmad Siddiq memaparkan, tahun 2014 infaq yang terkumpul sebesar Rp.430.249.000, tahun 2015 sebesar Rp.443.553.900, dan di tahun 2016 perolehan infaq meningkat menjadi Rp. 730.043.000.

Infaq Warga Meningkat, PCNU Batang Segera Bangun Rumah Sakit (Sumber Gambar : Nu Online)
Infaq Warga Meningkat, PCNU Batang Segera Bangun Rumah Sakit (Sumber Gambar : Nu Online)

Infaq Warga Meningkat, PCNU Batang Segera Bangun Rumah Sakit

“Untuk wakaf tanah sampai saat ini sebesar Rp. 2.204.821.700, sehingga total dana infaq dan dana wakaf rumah sakit mencapai Rp. 3.808.667.600,” kata Ahmad Siddiq dalam pertemuan rutin Selapanan PCNU Batang dengan MWCNU se-Kabupaten Batang, (Ahad, 22/5).?

Menurut Ketua PCNU Batang, H Achmad Taufiq, dari hasil infaq tahun ini akan digunakan untuk membeli tanah yang ada disebelah barat lahan yang sudah ada untuk pengembangan berikutnya. “Selain rumah sakit, kita juga akan membangun fasilitas penunjang seperti masjid dan plaza yang berada di sekitar rumah sakit,” imbuhnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pembangunan RSNU Batang, AS. Burhan menyatakan, tahapan pembangunan rumah sakit saat ini pada tahap perijinan prinsip yang masih dalam proses. “Saat ini kami masih memproses ijin prinsip pendirian rumah sakit, dan setelah ijin prinsip ini turun baru kita bisa menggandeng pihak investor utnuk bermitra dengan kita, “ tandasnya.?

Pada kesempatan itu, panitia pembangunan memperlihatkan kepada pada hadirin desain gambar rumah sakit yang akan menjadi kebanggaan warga Nahdliyin Batang itu. (Yasin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Doa Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

KH Hasyim Muzadi: Persiapan Panitia Perlu Lebih Serius

Solo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Muktamar ke-33 NU yang akan dihelat di Jombang Jawa Timur, Agustus mendatang, tentu bakal kental dengan nilai historis. Terlebih, lokasi Muktamar yang mengambil 3 pesantren yang lekat dengan para pendiri NU: Tebuireng, Denanyar, dan Tambakberas.

KH Hasyim Muzadi: Persiapan Panitia Perlu Lebih Serius (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim Muzadi: Persiapan Panitia Perlu Lebih Serius (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim Muzadi: Persiapan Panitia Perlu Lebih Serius

Namun, di sisi lain lokasi yang terpisah tentu akan menjadi kendala tersendiri bagi para peserta Muktamar. Terlebih pada sesi rapat pembahasan yang akan melibatkan para Syuriyah.

“Pada tahun 2004, lokasi Muktamar di Asrama Haji. Satu lokasi saja, peserta banyak yang terlambat. Ini tempatnya di beberapa lokasi yang jaraknya kilometer, tentu akan menjadi tantangan bagi paitia” kata Rais Syuriyah PBNU DR KH Hasyim Muzadi pada pertemuan PCNU se-Soloraya, di Kantor PCNU Solo Jawa Tengah, Selasa (5/5).

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menurutnya, lokasi Muktamar semestinya dipusatkan pada satu lokasi. “Taruhlah di Tebuireng, di sana juga ada Museum Hasyim Asy’ari yang dapat menampung ribuan peserta. Di sana untuk parkir juga insyaallah cukup,” ujar Pengasuh Pesantren Al-Hikam itu.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Namun, terlepas dari hal tersebut, Kiai Hasyim juga mengingatkan kepada para pengurus NU yang hadir untuk mempersiapkan lebih serius dalam menghadapi Muktamar.

“Paling penting, masuk Muktamar mesti persiapkan konsep dengan matang. Khususnya dalam konsep penguatan peran Syuriyah. NU ini mau dibawa ke mana?” tanya dia.

Selain masalah lokasi dan persiapan Muktamar, dalam kesempatan tersebut Kiai Hasyim juga meminta para pengurus NU di Cabang dan Wilayah untuk mewaspadai masuknya paham lain ke dalam tubuh NU. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Ubudiyah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 10 Juni 2017

Cak Nun: Warga Sidoarjo Bosan dengan Janji

Semarang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Budayawan Emha Ainun Najib mengatakan, saat ini warga korban semburan lumpur Sidoarjo sudah bosan dengan berbagai janji pencairan bantuan persoalan ganti rugi rumah dan tanah milik warga yang terendam luapan lumpur sejak 29 Mei 2006.

"Warga menaruh harapan terakhir pada kedatangan Presiden SBY. Beliau diharapkan dapat menunjukkan kepemimpinannya untuk memperhatikan kesusahan warga yang rumah dan tanahnya terendam lumpur," kata dia seusai melakukan malam renungan "Mata Air Ma’iyah Menuju Indonesia Emas" di Masjid Raya Baiturrahman Semarang, Selasa.

Banyak warga yang juga menceritakan kondisi pengungsian yang sudah tidak layak lagi, kata pria kelahiran Jombang, 27 Mei 1953 itu.

Cak Nun: Warga Sidoarjo Bosan dengan Janji (Sumber Gambar : Nu Online)
Cak Nun: Warga Sidoarjo Bosan dengan Janji (Sumber Gambar : Nu Online)

Cak Nun: Warga Sidoarjo Bosan dengan Janji

Karena daya tampung tenda yang disediakan terbatas, katanya, tenda yang rata-rata berukuran 3x4 meter itu harus dihuni hingga tiga keluarga. "Berdasarkan pertemuan terakhir dengan warga korban lumput, warga sudah memberi peringatan terakhir," kata pria yang akrab dipanggil Cak Nun itu.

Mengenai isinya, kata Cak Nun, jika pada kedatangan Presiden SBY kali ini tidak juga memberi titik terang kejelasan nasib mereka, sekitar 40.000 warga telah siap untuk membentuk massa dengan segala benda tajam.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Mereka mengancam akan membuat "chaos" dengan melakukan blokade pada seluruh akses jalan dan jembatan," kata dia.                                                                               

Pertemuan dengan Presiden  

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menurut dia, pertemuan bersama warga korban lumpur dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas Minggu sore (24/6) tidak lebih merupakan tanggungjawab sosial saya karena telah diserahkan amanat oleh warga korban.    

Ia mengatakan, sebelum bersedia memfasilitasi pertemuan tersebut, ia mendapatkan surat mandat yang ditandatangani langsung oleh sekitar 46.000 warga atau 14.300 KK korban lumpur yang berisi permohonan penunjukan dirinya untuk ikut turun tangan membela persoalan warga korban lumpur.

"Lalu, tak lama stelah itu tepatnya tiga menit kurang 10 detik, pihak kepresidenan menelpon dirinya untuk memfasilitasi pertemuan membahas persoalan Lapindo," katanya.

Dalam pertemuan diwakili 94 persen dari 11 ribu KK yang menjadi korban lumpur Lapindo, warga menyampaikan lambannya persoalan proses pembayaran ganti rugi oleh PT Lapindo.

"Hingga saat ini baru sekitar 300 kavling berupa sawah atau pekarangan kosong bersertifikat yang diberikan ganti rugi oleh PT Lapindo," katanya.

Ia mengatakan, sebagian besar warga yang rumah dan tanahnya terendam lumpur belum diberi ganti rugi meskipun sudah memenuhi persyaratan administrasi yang diminta oleh PT Lapindo Brantas.           

"Bahkan, dokumen yang disyaratkan menyertakan tandatangan Bupati Sidoarjo Wim Hendrarso, dibuat sampai rangkap lima," kata dia yang masih aktif tur bersama grup musik dakwah Gamelan Kyai Kanjeng itu. (ant/kut)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Anti Hoax, Makam Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rabu, 07 Juni 2017

Kiai Hasyim: Kebaikan Harus Ikhlas Tanpa Mengingat-ingatnya

Sidoarjo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Rais Syuriyah PBNU, KH Hasyim Muzadi menegaskan, berbuat amal kebaikan kepada orang lain hendaknya diniati dengan ikhlas, tanpa mengingat-ingat kembali kebaikan tersebut. Sebab, jika seseorang berbuat baik kepada orang lain dengan ikhlas, tanpa pamrih serta tanpa mengharapkan imbalan apapun, maka perbuatan orang tersebut akan dibalas Allah lebih baik lagi.

"Kalau kita dapat pertolongan dari orang lain, perbuatan itu mari kita ingat. Tapi kalau kita berbuat baik kepada orang jangan diingat-ingat. Sebab, orang kalau beramal tidak akan dihilangkan amalnya oleh Allah," kata KH Hasyim Muzadi saat memberikan tausiah pada acara Haul para ulama pendiri masjid jami Al-Abror di kelurahan Kauman Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, Rabu (20/5) malam.

Kiai Hasyim: Kebaikan Harus Ikhlas Tanpa Mengingat-ingatnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hasyim: Kebaikan Harus Ikhlas Tanpa Mengingat-ingatnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Hasyim: Kebaikan Harus Ikhlas Tanpa Mengingat-ingatnya

Kiai Hasyim juga menerangkan, bahwa jangan takut amal hilang, karena Allah tidak akan menghilangkan amal manusia.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Maka jangan takut pula orang lain menghilangkan amal kita. Amal itu bisa hilang kalau manusianya sendiri yang menghilangkan, bukan Allah," imbuhnya.

Dirinya menegaskan, jika seseorang menolong orang lain, jangan dipikirkan apa yang sudah dilakukannya itu. "Kalau sudah menolong di lepas saja. Tidak usah mikir atau diatur. Itu sudah kuasanya Allah," jelasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah AlaNu, Kajian, Fragmen Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Penasehat Presiden Iran Kunjungi Redaksi NU Online

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah
Usai berdialog dengan sejumlah petinggi PBNU, Penasehat Presiden Republik Islam Iran Ayatullah Taqi Misbah Yazdi menyempatkan diri mengunjungi Kantor Redaksi Pondok Pesantren Attauhidiyyah di Gedung PBNU lantai 5, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, (22/5).

Misbah, begitu ulama Iran ini akrab disapa, yang saat itu didampingi Ketua Divisi Budaya Lembaga Internasional Majma’ Ahlul Bait, Hojjatul Islam Sayed Rois Zadeh Musawi dan Direktur Islamic Cultural Center (ICC), Sayyed Mohsin Hakimullohi, tampak kagum mengetahui bahwa NU memiliki Situs Resmi.

Ia semakin kagum saat melihat salah satu berita pada sebuah komputer tentang kunjungan Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad ke PBNU pada tanggal 12 Mei lalu. Berita berjudul ’Dari Kunjungan Ahmadinejad ke PBNU; Menolak Tunduk Pada Amerika’ itu tampak ia perhatikan cukup lama.

Namun sayang, ia tak memahami apa isi berita itu. Pasalnya ia tak mengerti bahasa Indonesia, sebagaimana berita itu ditulis.

“Bisa diterjemahkan?,” tanya Misbah kepada salah seorang penerjemah yang turut mendampinginya.

Tak lama kemudian sang penerjemah menerjemahkan sekilas isi berita tersebut kepada Misbah dalam bahasa Persia (bahasa Iran).

Setelah diterjemahkan, Misbah menganggukkan kepala tanda mengerti maksud dari berita tersebut. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Anti Hoax, Kajian Islam, Pendidikan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Penasehat Presiden Iran Kunjungi Redaksi NU Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Penasehat Presiden Iran Kunjungi Redaksi NU Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Penasehat Presiden Iran Kunjungi Redaksi NU Online