Kamis, 21 September 2017

Wabah Campak dan Gizi Buruk, NU Segera Berangkatkan Relawan ke Asmat

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Wabah campak serta gizi buruk yang mendera warga Asmat dan mengakibatkan 61 anak meninggal dunia menggerakkan PBNU untuk segera memberangkatkan relawan ke Kabupaten Asmat, Papua.

Menindaklanjuti hal tersebut, LPBI NU bersama LKNU dan NU Care-LAZISNU menggelar Rapat Koordinasi Pemberangkatan Relawan NU ke Asmat, di Gedung PBNU Lantai 2, Rabu (17/01). Pada rapat sore itu diputuskan, Relawan NU untuk Asmat akan diberangkatkan pada tanggal 25 Januari 2018.

Wabah Campak dan Gizi Buruk, NU Segera Berangkatkan Relawan ke Asmat (Sumber Gambar : Nu Online)
Wabah Campak dan Gizi Buruk, NU Segera Berangkatkan Relawan ke Asmat (Sumber Gambar : Nu Online)

Wabah Campak dan Gizi Buruk, NU Segera Berangkatkan Relawan ke Asmat

“Kita sudah ada koordinasi dengan Kemenkes dengan Pemda Asmat. Insya Alloh tanggal duapuluh lima relawan NU diberangkatkan dari Jakarta menuju Asmat,” tutur Yayah Ruhyati, Sekretaris LPBI NU.

Yayah juga menerangkan sudah sejak bulan Januari 2018 melakukan koordinasi untuk mengolah data, dan membuat rancangan pengadaan bantuan.

Sebagaimana info dari Pemda setempat, kata Yayah, tenaga medis di Asmat sangat minim. Selain itu, kegiatan Posyandu pun kurang begitu aktif.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Wakil Bendahara Lembaga Kesehatan NU (LKNU) Makki Zamzami menjelaskan bahwa keadaan yang melanda anak-anak di Asmat disebabkan oleh malnutrisi, status gizi yang buruk, dan kurangnya protein dalam tubuh.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Jadi, bukannya masyarakat suku Asmat itu kekurangan makan. Hanya saja, gizi pada makanan yang masuk dalam tubuh itu-itu saja. Di situ kita harus melakukan edukasi. Pencegahan gizi buruk yaitu dengan memberi minimal enam bulan ASI eksklusif pada anak. Itu sebagai nutrisi yang baik bagi anak. Kemudian untuk mencegah campak bisa dilakukan vaksin. Namun, vaksin pun harus diimbangi dengan nutrisi yang baik dalam tubuh,” papar Makki.

Sementara itu, Wakil Sekretaris NU Care-LAZISNU Nur Rohman mengatakan, anak-anak Asmat harus diselamatkan dari wabah campak dan gizi buruk. NU harus membantu semaksimal mungkin.

“Kita tahu hari ini di Papua, suku Asmat sedang mengalami musibah dari Alloh SWT. Mari bersama-sama kita membantu sekuat kita,” ajak Rohman. (Wahyu Noerhadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Hikmah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Majikan Dungu Sakit Gigi

Seorang majikan dungu sudah dua hari sakit gigi keras. Ia sebentar-sebentar memegang rahang. Sementara tangan satunya memijit kepala. Rebahan, salah. Duduk, tidak betah. Berdiri, gelisah.

Ketimbang bicara, ia lebih sering marah-marah tanpa sebab yang jelas. Marah pun tak jelas siapa yang dituju. Pokoknya nyeri gigi, hebat luar biasa.

Majikan Dungu Sakit Gigi (Sumber Gambar : Nu Online)
Majikan Dungu Sakit Gigi (Sumber Gambar : Nu Online)

Majikan Dungu Sakit Gigi

“Kalau ketemu dokter, aku akan sampaikan semua keluhan sakit gigiku yang tak tertahankan ini agar ia dapat memberi obat yang manjur,” kata si dungu.

“Kalau sakit gigi tuan sudah parah begitu, mana sanggup tuan banyak bicara,” jawab babunya yang lebih sehat baik lahir maupun mental. (Alhafiz K)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

*) Dikutip dari Akhbarul Hamqa wal Mughaffalin (Hikayat Orang Dungu dan Orang Lalai) karya Inul Jauzi. Judul oleh pengutip.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Cerita Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rabu, 20 September 2017

Mensos Khofifah Dukung Program Perburuan Anak Putus Sekolah

Sungailiat, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa mendukung sepenuhnya pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepuluan Bangka Belitung yang mencanangkan program "perburuan anak putus sekolah" (Bunastulah).

Mensos Khofifah Dukung Program Perburuan Anak Putus Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Khofifah Dukung Program Perburuan Anak Putus Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Khofifah Dukung Program Perburuan Anak Putus Sekolah

"Saya mendukung sepenuhnya program Bunastulah yang digagas pemerintah Kabupaten Bangka, dan program ini baru pertama kali ini saya mengetehuinya," katanya di Sungailiat, Rabu, (5/4) saat menyerahkan bantuan sosial nontunai di Desa Silip Kecamatan Riausilip, Sungailiat seperti dilansir Antara.

Dengan dicanangkan program itu, dia minta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat memperioritaskan agar program yang cukup bagus ini dapat berjalan sesuai yang diinginkan bersama.

"Berbagai program sosial pemerintah pusat maupun daerah harus berdasarkan data yang valid, sehingga bantuan sosial dapat tepat sasaran," ucapnya, menegaskan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ia mengatakan, validasi data menjadi persoalan yang harus diselesaikan bersama antara pemerintah pusat dan daerah, karena seharusnya data diambil secara berjenjang dari pemerintah daerah mulai dari RT, kepala desa, camat, bupati, gubernur hingga akhirnya sampai ke menteri.

"Saya menginginkan adanya perubahan rezim beda data yang selama menjadi suatu persoalan bersama, namun jika pola pendataan dimulai dari tingkat RT sampai jenjang akhir ke menteri, Insyaallah beda data dapat dikurangi," ujarnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menurutnya, banyak program sosial pemerintah Kabupaten Bangka yang harus didukung semua pihak, mulai dari program Bunastulah, program "Perburuan Ibu Hamil Beresiko Tinggi" (Bumil Resti), dan "Perburuan Orang tua Hidup Sendiri" (Buratuhiri).

"Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masuk dalam kota yang menerima program beras sejahtera (ranstra) dari 44 kota di Indonesia," ujarnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Ubudiyah, Tokoh, Pendidikan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 18 September 2017

Para Pemenang NU Award 2017 PWNU Jawa Timur

Surabaya, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pada acara Halal Bihalal PWNU Jawa Timur bersama para Pengurus Cabang NU se Jawa Timur, PWNU Jatim mengumumkan para pemenang NU Award 2017. Acara halal bihalal juga dihadiri oleh Forpimda Jatim.

Para Pemenang NU Award 2017 PWNU Jawa Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Pemenang NU Award 2017 PWNU Jawa Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Pemenang NU Award 2017 PWNU Jawa Timur

"Atas nama pribadi saya dan khodim para ulama mengucapkan minal aidzin wal faizin mohon maaf lahir batin, terutama kepada para ulama dan pengurus cabang se-Jatim," kata KH M. Hasan Mutawakkil Alallah, Ketua PWNU Jatim saat membuka sambutannya, Rabu (19/7) di Gedung PWNU Jatim.

Pengumuman para pemenang NU Award 2017 diumumkan oleh Ketua Panitia M. Qoderi. "PCNU Blitar kembali menyambat juara umum atau juara satu dalam kategori umum setelah dilakukan seleksi yang begitu ketat," kata Qoderi.

Menyusul di juara dua PCNU Magetan, Juara 3 PCNU Sidoarjo dan Juara khusus dari ujung timur pulau Jawa Timur yaitu PCNU Banyuwangi. "Empat PCNU ini ditetapkan sebagai kategori umum," ungkap Qoderi.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

PCNU Sidoarjo menyabet dua kategori yaitu katagori pendidikan dengan dan kesehatan.

Dalam kategori pendidikan diraih PCNU Sidoarjo dengan MINU Pucang dan ? Kategori kesehatan dengan RSI Siti Hajar. Sedangkan kategori ekonomi ditempati PCNU Ponorogo dengan bintang sembilan swalayan dan KBIH-nya.

Katagori aspirasi politik diduduki PCNU Banyuwangi yang memiliki Bupati kader terbaik NU. "Juara dalam kategori pengkaderan ditempati PCNU Lamongan, meskipun beberapa tahun lalu Lamongan pecah tapi tidak surut dalam pengkaderannya," kata Qoderi. (Rof Maulana/Fathoni)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Tokoh, Syariah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pernak-pernik Muktamar Masih Laris di Pasaran

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Momen acara pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2015-2020 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (5/9), menjadi berkah bagi para pedagang, dari yang menjual makanan, pakaian, perlengkapan ibadah, asesoris, batu akik, hingga pernak-pernik ke-NU-an.

Pernak-pernik Muktamar Masih Laris di Pasaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Pernak-pernik Muktamar Masih Laris di Pasaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Pernak-pernik Muktamar Masih Laris di Pasaran

Sebagian dari mereka menggelar tikar dan berderet di pelataran dan lingkungan masjid nasional itu. Sementara sebagian yang lain berjalan mondar-mandir di antara kerumunan massa atau di tepi jalan menuju pintu masuk.

Salah satu pedagang asal Bekasi, Jawa Barat, Erma (40) mengaku senang dengan acara pelantikan ini. Siang itu ia menjejer kaos bergambar logo Muktamar Ke-33 NU yang digelar di Jombang, 1-5 Agustus lalu.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menurut Erma, meski Muktamar NU telah berlangsung satu bulan yang lalu namun peminat kaos dagangannya masih cukup banyak. Sejenak saja ia duduk menunggu, pembeli sudah menghampirinya.

"Tapi ya nggak kayak Muktamar dulu. Waktu itu saya bawa 3000 kaos. Laris. Hanya sisa ratusan," kata Erma yang saat itu didampingi dua anaknya yang masih kecil-kecil.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Hal serupa juga dirasakan Heri (34), pemilik NU Distro, yang mangkal di tepi sungai depan Masjid Istiqlal. Pria asal Cirebon ini datang sejak pukul 11.00. Heri memang spealis menjual kaos bergambar logo NU atau tokoh-tokoh NU. Di lapaknya juga tampak stiker dan pin bernuansa ke-NU-an.

Kendati tak seberuntung ketika pembukaan Munas 2015 bulan lalu di tempat yang sama, Heri mengaku tetap meraup laba cukup banyak.

Ditanya tentang acara pelantikan PBNU periode 2015-2020, ia mengungkapkan harapannya kepada para pengurus baru. "Semoga lebih merangkul masyarakat, bekerja lebih keras, kembali ke Khittah (1926, red). Tidak ada agenda politik praktis," ujarnya.

Acara pengukuhan tersebut dihadiri ribuan warga NU dari berbagai daerah. Sebagian besar datang berombongan dengan menggunakan bus. Hadir pula Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, para menteri kabinet kerja, dan sejumlah pejabat tinggi negara lainnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Sholawat, Meme Islam Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Forum Jurnalis NU DIY Gelar Syawalan

Yogyakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Forum Jurnalis Nahdlatul Ulama (FJNU) DIY menggelar Syawalan dan Talkshow, Ahad (9/9). Acara ini bertempat di Ballroom Universitas Sarjana Wiyata Taman Siswa (UST) selatan Balai Kota Yogyakarta. Dalam pantauan Pondok Pesantren Attauhidiyyah tak kurang 50 hadirin antusias mengikuti kegiatan ini. 

Kebanyakan dari hadirin adalah pegiat jurnalis dari kalangan kader muda NU. Baik dari wartawan langsung maupun yang hanya memiliki hobi nulis. “FJNU bukan hanya forum untuk wartawan, tapi juga untuk semua kader NU yang menaruh perhatian besar di dunia tulis menulis,” ungkap Suraji. 

Forum Jurnalis NU DIY Gelar Syawalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum Jurnalis NU DIY Gelar Syawalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum Jurnalis NU DIY Gelar Syawalan

Ketua FJNU ini juga mengungkapkan bahwa FJNU sengaja dibentuk dengan mengusung visi besar bagi warga Nahdliyin agar melek media. Lebih-lebih bisa memberikan kontribusi berupa gagasan di media cetak maupun elektronik.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Acara Talkshow tersebut dipendegani oleh tiga narasumber, Prof  Dr Maksum (PBNU), Hafidh Asrom (Anggota DPD-RI), dan Dr Kartono (Penulis & pakar pertanahan). Tak kurang dari dua jam, ketiganya membeberkan hal ihwal seputar NU dan dunia Jurnalis. Bahkan sesekali diselingi dengan canda tawa. Sehingga durasi waktu dua jam pun tak terasa.

Jurnalis Idealis

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pena lebih tajam dari pedang, adagium inilah yang kiranya diyakini oleh Hafidh Asrom. “Bukan mustahil kekuatan pena bisa merubah Indonesia, sudah dibuktikan oleh para founding fathers bangsa ini,” tuturnya. 

“Tak lain tak bukan karena media mampu menggiring opini publik, contohnya soal korupsi yang tengah santer diperbincangkan,” tegasnya.

Ketiga narasumber juga menghimbau agar melalui dunia jurnalistik kader-kader muda NU dapat menghadirkan sinar benderang bagi NU. Dengan catatan, bahwa jurnalis tersebut harus seorang yang idealis bukan jurnalis pragmatis. 

Kampus UST dijadikan sebagai tempat penyelenggaraan acara agar para jurnalis NU dapat meneladani Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar, dengan idealismenya, mampu menyuguhkan bara api lewat tulisannya. Sehingga menyulut perjuangan rakyat Indonesia melawan kolonialisasi. 

Dalam waktu dekat, kegiatan yang sama juga bakal diagendakan untuk kalangan guru serta siswa di lingkungan NU. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Hanif

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 17 September 2017

Peringati Haul, Santri Pondok Tremas Baca Manaqib Pendiri

Pacitan, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Para santri Perguruan Islam Pondok Tremas, Pacitan, Jawa Timur, memperingati haul akbar pendiri pertama, KH Abdul Manan Dipomenggolo, di antaranya dengan berziarah dan membaca manaqib. Pembacaan manaqib berlangsung khidmat di area pemakaman masyayikh Desa Semanten Pacitan, Selasa (26/08) sore.

Pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan KH Luqman Harist Dimyathi saat memimpin pembacaan manaqib mengatakan, mengunjungi makam para wali atau kiai merupakan cara untuk mendeatkan diri kepada Allah SWT. Hal ini adalah bagian dari tuntunan agama dan jauh dari perbuatan syirik.

Peringati Haul, Santri Pondok Tremas Baca Manaqib Pendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Haul, Santri Pondok Tremas Baca Manaqib Pendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Haul, Santri Pondok Tremas Baca Manaqib Pendiri

“Sebagai wujud rasa takdzim para santri kepada pada para masayikh yang telah wafat salah satunya dengan mendoakan dan menziarahi makamnya,” tuturnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Para ulama, lanjutnya, memberikan arahan yang baik tentang tata cara dan etika berziarah. “Jangan sekali-kali meminta di dalam kuburan tapi mintalah kepada allah SWT melalui wasilah orang yang dikubur itu, mudah mudahan bisa dipahami,” terang kiai yang akrab disapa Gus Luqman ini.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selain pembacaan manaqib, peringatan haul juga diisi dengan pembacaan tahlil yang dipimpin KH. Rotal Amin. Sedangkan pembacaan doa secara bergantian dibacakan sejumlah kiai antara lain KH Umar Syahid, KH. Fuad Habib, KH Burhanuddin, KH Hammad Harist, KH Asif Hasyim, dan KH Achid Turmudzi dan KH.Hamid.

Peringatan haul dihadiri oleh ribuan peziarah yang terdiri dari alim ulama, tokoh masyarakat, alumni dan para santri. (Zaenal Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Sejarah Pondok Pesantren Attauhidiyyah