Selasa, 20 November 2012

Inilah Mitos-Mitos Daging Kambing yang Tak Selalu Benar

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Masih ada berbagai mitos seputar daging kambing yang beredar di masyarakat, terutama menjelang Idul Adha, kata Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Jakarta Raya (PAPDI Jaya) Dr Ari Fahrial Syam.

Inilah Mitos-Mitos Daging Kambing yang Tak Selalu Benar (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Mitos-Mitos Daging Kambing yang Tak Selalu Benar (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Mitos-Mitos Daging Kambing yang Tak Selalu Benar

"Di hari raya ini sebagian masyarakat akan menikmati makanan yang mengandung daging kambing atau daging sapi. Jika ingat daging kambing saya ingat beberapa mitos yang sangat diyakini masyarakat kebenarannya," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, 4 Oktober 2014.

Ari memaparkan, mitos pertama adalah masyarakat yang kebetulan diketahui tekanan darahnya rendah atau hipotensi akhirnya meningkatkan makan daging kambing agar tensinya naik.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Padahal, ia mengingatkan bahwa tekanan darah rendah bisa disebabkan oleh berbagai hal antara lain karena perdarahan, kurang minum sampai dehidrasi hingga kelelahan atau kurang tidur.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Tensi yang rendah, lanjutnya, juga dapat disebabkan karena gangguan pada jantung baik karena kelainan katup atau serangan jantung bahkan gagal jantung.

"Kalau tensi turun karena gangguan jantung konsumsi daging kambing yang berlebihan justru akan fatal dan memperburuk keadaan," jelas Ari Fahrial Syam.

Ia juga mengemukakan, dampak langsung akibat menkonsumsi daging kambing berlebihan adalah sembelit dan bila mempunyai penyakit GERD (penyakit asam atau isi lambung balik arah ke atas), maka GERDnya akan bertambah parah setelah mengonsumsi daging kambing berlebihan.

Belum lagi, ujar dia, efek jangka panjang berupa peningkatan kadar lemak dan kolesterol darah, apalagi bila setelah makan langsung tidur karena kekenyangan.

Sedangkan mitos kedua yang juga beredar ditengah masyarakat adalah bahwa testis kambing akan meningkatkan gairah seksual atau sate kambing setengah matang meningkatkan gairah seksual.

"Ternyata hal inipun tidak sepenuhnya benar, memang testis kambing banyak mengandung testosteron yang dapat meningkatkan gairah seksual. Tetap sebenarnya peningkatan gairah seksual terjadi karena multifaktor dan tidak semata-mata berhubungan dengan makanan," katanya.

Ia memaparkan, daging kambing juga daging merah lain seperti daging sapi mengandung tinggi lemak. Lemak hewani biasanya mengandung lemak jenuh.

Lemak jenuh tersebut, jelas dia, banyak mengandung LDL lemak jahat yang bisa menumpuk pada dinding pembuluh darah kita.

"Selain lemak, daging kambing juga mengandung protein hewani. Protein kita butuhkan untuk menggantikan sel-sel yang rusak dan sebagai zat pembangun," katanya.

Dengan demikian, Ari menuturkan bahwa daging kambing termasuk juga daging sapi yang akan menjadi santapan utama Hari Raya Kurban mengandung zat gizi yang memang dibutuhkan tetapi kalau jumlahnya berlebihan akan mengganggu kesehatan.

Untuk itu, ia mengingatkan agar jangan lupa mengimbanginya dengan banyak makan buah dan sayur untuk mengurangi efek samping dari makan daging berlebihan.(antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Ubudiyah, Amalan, RMI NU Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 08 November 2012

Komisariat PMII UIN Suka Gelar Tablig Akbar

Yogyakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan tablig akbar dan pengajian Al-Quran. Acara ini dimaksudkan untuk menanamkan nilai keislman khususnya Aswaja di masjid UIN Suka, Kamis (20/2).

Di laboratorium UIN Sunan Kalijaga, Jum’at (21/2) dini hari, Ketua panitia Badruttamam mengatakan, acara keagamaan ini digelar dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW.

Komisariat PMII UIN Suka Gelar Tablig Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)
Komisariat PMII UIN Suka Gelar Tablig Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)

Komisariat PMII UIN Suka Gelar Tablig Akbar

Ketua Pimpinan Komisariat UIN Suka Arya Putra juga menambahkan bahwa acara seperti ini merupakan agenda yang jarang sekali dilaksanakan oleh mahasiswa.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan upaya menggali semangat yang ada dalam diri nabi. Kita sebagai mahasiswa patut meniru dan mampu memberikan perubahan,” tandas Arya Putra.

Menurut penceramah Katib Aam PBNU KH Malik Madani, kegiatan maulid yang diadakan PMII merupakan tradisi NU. “Walaupun tiada kaitan struktural antara NU dan PMII, tradisi ini banyak manfaatnya di antara sahabat, senior, dan yunior,” pungkas Kiai Malik. (Nur Sholikhin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pesantren, Nahdlatul Ulama, Tokoh Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 01 November 2012

NKRI Harga Mati, NU Bukan Latah dan Tiru-tiru

Jember, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Tak bisa dipungkiri bahwa NU mempunyai kontribusi yang besar dalam perumusan Pancasila dan pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).?

Saat-saat menjelang kemerdekaan, para tokoh dan ulama NU sepakat memilih bentuk NKRI dan ideologi Pancasila karena dinilai paling cocok buat bangsa Indonesia yang multi etnis, agama dan budaya.?

NKRI Harga Mati, NU Bukan Latah dan Tiru-tiru (Sumber Gambar : Nu Online)
NKRI Harga Mati, NU Bukan Latah dan Tiru-tiru (Sumber Gambar : Nu Online)

NKRI Harga Mati, NU Bukan Latah dan Tiru-tiru

Demikian diungkapkan Ketua PCNU Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin saat berceramah dalam rangka memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di aula PB. Sudirman, Kantor Bupati Jember, Jawa Timur, Rabu (10/4).

Menurutnya, NU mempunyai sejarah yang panjang dalam dialektika pembentukan NKRI dan Pancasila. Selain bergerak di tataran gagasan dan pergulatan pemikrian, para tokoh dan ulama NU juga bergerak di lapangan, berperang untuk menegakkan NKRI.?

"Jadi kalau NU sering berteriak NKRI adalah harga mati, mohon maaf, itu bukan latah, bukan meniru-meniru TNI, tapi memang ada referensi sejarahnya," tukas Gus Aab, sapaan akrabnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ia menambahkan, walaupun sempat muncul gagasan agar Indonesia dijadikan negara agama (Islam) karena faktor demografis yang ? mayoritas muslim, namun para tokoh dan ulama NU (bersama tokoh-tokoh yang lain) ketika itu menolak gagasan tersebut. Sebab, Indonesia multi agama dan etnis, sehingga tidak cocok menjadi negara agama.?

Menurutnya, NKRI dan Panasila itu adalah pilihan moderat dan terbaik. Bukan negara agama, memang. Tapi Indonesia memberi kebebasan kepada pemeluk agama apapun untuk melaksakanan ibadahnya dengan baik.?

“Inikan konsep hehat. Mohon maaf, saya adalah muslim. Dan saya wajib yakin bahwa Islam adalah agama yang paling benar bagi saya. Tapi keyakinan saya pada agama Islam tidak boleh menutup ruang pemeluk agama lain untuk meyakini dan melaksanakan ajaran agamanya secara baik. Itulah Indonesia, dan itu (NKRI dan Pancasila) harus kita pertahankan sampai kapanpun," urainya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Makam, Fragmen, Lomba Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 05 Oktober 2012

Dukung Munas-Konbes NU, Ini yang Dilakukan Jaringan Santri Indonesia Tengah

Mataram, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Jaringan Santri Indonesia Tengah (Jarsit) mendukung terselenggaranya acara Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas dan Konbes NU) 2017 yang diselenggarakan di Lombok Nusa Tenggara Barat. 

Sebagai bentuk dukungannya, Jarsit membagikan buku gratis dan mendeklarasikan delapan poin komitmen untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan memegang teguh Ahlussunnah wal Jama’ah. 

“Jarsit membagikan buku secara gratis pada acara Pembukaan Munas-Konbes NU di Islamic Center Masjid Raya Hubbul Wathan Mataram Nusa Tenggara Barat,” kata Ketua Jarsit Aditia Wahyudi, Kamis (23/11).

Dukung Munas-Konbes NU, Ini yang Dilakukan Jaringan Santri Indonesia Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
Dukung Munas-Konbes NU, Ini yang Dilakukan Jaringan Santri Indonesia Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

Dukung Munas-Konbes NU, Ini yang Dilakukan Jaringan Santri Indonesia Tengah

Menurut Aditia, ini juga adalah sebagai bentuk penegasan kembali kepada publik bahwa santri sejak dahulu memiliki komitmen kebangsaan, keindonesiaan dan keislaman yang kuat. Dengan ini, ia juga menegaskan, santri Indonesia Tengah mendukung pembangunan yang dicanangkan pemerintah dan menolak segala bentuk ujaran kebencian.

“Santri Indonesia mendukung pembangunan nasional yang sudah diprogramkan pemerintah," ucapnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Berikut delapan komitmen yang dideklarasikan Jarsit:

Pertama, kami santri Indonesia Tengah berpegang teguh pada akidah Ahlussunnah wal Jamaah.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dua, kami santri Indonesia Tengah mengukuhkan dan memelihara Islam Wathoniah sebagai santri Indonesia Tengah.

Tiga, kami santri Indonesia Tengah  siap berperan aktif mengamalkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.

Empat, kami santri Indonesia Tengah  siap berperan aktif menangkal segala bentuk radikalisme.

Lima, kami santri Indonesia Tengah siap berperan aktif menjaga Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Enam, kami santri Indonesia Tengah  siap berperan aktif menjunjung tinggi toleransi umat beragama.

Tujuh, kami santri Indonesia Tengah  siap menjaga khasanah keilmuan dan memelihara nilai-nilai kehidupan pondok pesantren serta bersedia menjadi pelopor pengawal muru’ah kiai dan ulama.

Delapan, kami santri Indonesia Tengah menerima dan mendukung hasil pembangunan nasional demi kemaslahatan umat.





(Red: Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Anti Hoax, PonPes, Hikmah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 28 September 2012

Hipsi DIY: Bangga Jika Santri Punya Usaha!

Yogyakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Meskipun berat, namun harus tetap melaksanakan tanggung jawab yang telah ditangguhkan di atas pundaknya. Demikian gambaran perasaan H Buchori Al-Zahrowi, tatkala pengusaha-pengusaha NU Yogyakarta mendaulatnya sebagai ketua Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) cabang Yogyakarta, Sabtu (1/6) sore, di gedung PWNU DIY, Jl MT Haryono, 41-42.

Hipsi DIY: Bangga Jika Santri Punya Usaha! (Sumber Gambar : Nu Online)
Hipsi DIY: Bangga Jika Santri Punya Usaha! (Sumber Gambar : Nu Online)

Hipsi DIY: Bangga Jika Santri Punya Usaha!

Ditemui Pondok Pesantren Attauhidiyyah usai memimpin rapat perdana pembentukan kepengurusan HIPSI Yogya, bapak yang akrab disapa H Buchori AZ ini pun menuturkan perihal empat harapannya untuk HIPSI Yogya ke depan.

Pertama, tumbuhnya mindset enterpreneur. Kedua, meningkatnya ghirah wirausaha santri. Ketiga, bertambahnya link, dan keempat, memiliki data base pengusaha santri,” tuturnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Bendahara GP Ansor DIY ini pun menambahkan, bahwa selain pelantikan dan musyawarah kerja, hal yang pertama akan dilakukan oleh HIPSI Yogya adalah road show ke pondok-pondok dan kampus-kampus yang ada di Yogya. 

“Setelah ini kita akan road show ke pondok dan kampus, agar kita juga punya data base santri yang berwirausaha,” tandasnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Mengenai lembaga yang menjadi sasaran dari HIPSI Yogya, H. Buchori AZ telah memetakan bahwa sebagian besar sasarannya adalah wilayah pesantren. Mengingat bahwa HIPSI sendiri merupakan ‘anak’ yang lahir dari ‘rahim’ RMI (Rabithah Ma’ahid Islamiyyah). Namun tidak menutup kemungkinan juga akan menggandeng lembaga usaha di luar pesantren.

“Jika diprosentasekan, ya mungkin pesantren 60% lah, yang 40% luar pesantren,” papar pemilik usaha bakery ‘Aflah’ tersebut.

Ia pun berpesan kepada generasi muda, bahwa sekarang sudah bukan saatnya motivasi lagi, melainkan waktunya bertindak. Mengingat bahwa hal yang paling penting dalam berwirausaha adalah tindakan, bukan teori. 

“Kita akan bangga jika memiliki santri yang punya usaha,” pungkasnya sore itu.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Dwi Khoirotun Nisa’

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Sunnah, Kajian Islam Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 15 September 2012

5 Hari Usai Peluncuran, Batik IPNU-IPPNU Pekalongan Laris Manis

Pekalongan, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, secara resmi meluncurkan seragam batik IPNU-IPPNU menjelang akhir masa bakti organisasi di bawah kepemimpinan Abraham Usman (ketua IPNU) dan Fitriyah (ketua IPPNU) ini.

Ketua PC IPNU Kabupaten Pekalongan Abraham Usman, dalam rilis Kamis (10/3), menyatakan, baru 5 hari sejak peresmiannya, batik IPNU-IPPNU ini telah terjual sebanyak 1000 potong. Ia berharap omzet penjualannya akan terus meningkat sehingga PC IPNU IPPNU Kabupaten Pekalongan dapat menjadi organisasi yang mandiri secara finansial.

5 Hari Usai Peluncuran, Batik IPNU-IPPNU Pekalongan Laris Manis (Sumber Gambar : Nu Online)
5 Hari Usai Peluncuran, Batik IPNU-IPPNU Pekalongan Laris Manis (Sumber Gambar : Nu Online)

5 Hari Usai Peluncuran, Batik IPNU-IPPNU Pekalongan Laris Manis

Batik tersebut diluncurkan pada acara pembukaan Konferensi XVIII Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Pekalongan yang berlangsung 4-6 Maret 2016. Seragam batik ini sekaligus menjadi seragam resmi peserta konferensi bertema "Komitmen Pelajar Islam yang Berbudaya untuk Toleransi dan Pembangunan Negeri" itu.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Batik diresmikan oleh Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Pekalongan mewakili bupati setempat, didampingi bupati Pekalongan terpilih Asip Kholbihi. Turut serta pula pada kesempatan itu anggota DPR RI H Bisri Romly dan anggota DPRD Jawa Tengah Abdul Khamid.

Abraham juga berharap ke depan batik IPNU-IPPNU ini bisa digunakan oleh kader IPNU IPPNU seluruh Indonesia. Dirinya menjamin bahwa kualitas dan harga batik buatan PC IPNU-IPPNU Kabupaten Pekalongan tidak mengecewakan.

Ia berpesan bagi kader IPNU IPPNU dimana saja berada yang berminat untuk mendapatkan batik ini bisa menghubungi Abdul Khafidz (085741909585) selaku koordinator pemasaran. (Red: Mahbib)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Hikmah, Berita, Sejarah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rabu, 12 September 2012

Wakil Rais ‘Aam PBNU Kritik Gerakan HTI dan FPI

Kubu Raya, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dalam Halaqah Alim Ulama NU yang digelar PWNU Kalimantan Barat di Pondok Pesantren Darul Ulum, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Ahad (30/4/2017), Wakil Rais Aam PBNU, KH Miftahul Akhyar mengungkapkan perlunya kewaspadaan warga NU terhadap organisasi transnasional seperti HTI, Wahabi, Syiah, termasuk Jaulah.

Wakil Rais ‘Aam PBNU Kritik Gerakan HTI dan FPI (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakil Rais ‘Aam PBNU Kritik Gerakan HTI dan FPI (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakil Rais ‘Aam PBNU Kritik Gerakan HTI dan FPI

"Kalau kita runut, kelompok ini adalah kelompok Khawarij. Karena mereka nolak madzhab," ujarnya.

Mengenai maraknya penolakan-penolakan terhadap kelompok tersebut, menurut Kiai Miftah adalah wajar. "Kalian datang melawan tradisi dan madzhab di Indonesia. Ingin membentuk madzhab dan akidah baru, secara frontal, jadi wajar ditolak," tandasnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Lebih lanjut, kata Kiai Miftah, penolakan terhadap kelompok transnasional ini semakin mengental lantaran kelompok tersebut juga ingin mengubah dasar negara RI, serta rajin menebar fitnah dan berita palsu.

Kebiasaan menebar kabar dusta tanpa tabayyun itu juga kerap dilakukan oleh FPI. Laskar bentukan Habib Rizieq itu, menurut Kiai Miftah, juga kurang melakukan tabayyun. Sehingga FPI juga mendapat penolakan di berbagai tempat, termasuk di Kalbar.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Ini kritik saya terhadap FPI. Meski amar maruf nahi munkar perlu diupayakan, tapi harus lebih santun. FPI juga sering bicara keras, menuduh kita (NU), tanpa tabayyun. Ini kekurangan FPI yang membuat banyak resistensi masyarakat," ungkapnya.

Kiai Miftah juga menyesalkan para pengurus FPI yang kurang selektif dalam rekrutmen anggotanya. Sehingga banyak anggota yang masuk berlatar belakang dendam dan menunggangi gerakan-gerakan FPI.

"Jadi banyak anggota FPI berlatar belakang tidak jelas. Sehingga malah menunggangi dan merusak citra FPI," ujarnya. Meski demikian, Kiai Miftah mengakui bahwa secara amaliah dan akidah, FPI serupa dengan NU. (Malik Mughni/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Habib, Nahdlatul Ulama, Pesantren Pondok Pesantren Attauhidiyyah