Rabu, 15 Maret 2017

Mendes Promosikan Produk Desa dan Perkenalkan Transmigran Teladan

Kayong Utara, Pondok Pesantren Attauhidiyyah ?

Sail Karimata 2016 yang diselenggarakan di Pantai Pulau Datuk, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat merupakan momentum untuk membangkitkan pembangunan dan perekonomian masyarakat. Dengan kegiatan tersebut, Kayong Utara yang masih masuk kategori daerah tertinggal, bisa memperkenalkan potensinya di tingkat nasional bahkan internasional.

Demikian disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo di sela-sela acara Sail Karimata kepada wartawan, Sabtu (15/10) melalui siaran pers yang diterima Pondok Pesantren Attauhidiyyah.

Mendes Promosikan Produk Desa dan Perkenalkan Transmigran Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes Promosikan Produk Desa dan Perkenalkan Transmigran Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes Promosikan Produk Desa dan Perkenalkan Transmigran Teladan

Selain memperkenalkan beberapa produk unggulan dari beberapa daerah di Kalbar, dalam kesempatan tersebut Menteri Eko juga memperkenalkan peraih penghargaan transmigran teladan dari Provinsi Sulawesi Tengah, Munaksan kepada Presiden Jokowi.

Menteri Eko menjelaskan Munaksan Transmigran teladan yang dikenalkan kepada Jokowi, telah berhasil mengubah nasibnya setelah mengikuti program transmigrasi. Ia berhasil memiliki jumlah penghasilan hingga 700 juta dalam per-tahun. Penghasilan sebanyak itu ia dapatkan dari kesuksesannya mengembangkan pertanian jagung. Bahkan dari hasil penjualan jagung ini, Munaksan mampu membeli lahan lain diluar lokasi transmigrasi untuk mengembangkan usaha jagungnya.?

"Dalam satu bulan Munaksan mampu menjual jagung yang ia tanam di lokasi transmigrasi hingga 200 ton," ujar Menteri Eko.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selain membawa transmigran teladan, Menteri Eko juga mengajak Dirut BUMDES Ponggok, Kabupaten Klaten, Untung Hari Margana untuk memberikan motivasi kepada 43 kepala desa di Kabupaten Kayong untuk menggerakan ekonomi perdesaan melalui BUMDES.

"Dirut BUMDES Ponggok ini kita jadikan sebagai percontohan. Keberhasilan BUMDES ponggok kalau bisa dijadikan inspirasi bagi 43 desa di Kabupaten Kayong, kita kemarin mengadakan dialog dengan kepala desa dan pak Untung kita jadikan narasumber untuk memotivasi bagaimana sukses dalam membikin BUMDES," ujarnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sebagai informasi puncak acara Sail Karimata 2016 yang diselenggarakan di Kabupaten Kayong Utara juga dihadiri oleh sejumlah Menteri Kabinet Kerja. Diantara menteri yang hadir mendampingi Jokowi adalah Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, Menko Maritim, Luhuy Binsar Panjaitan, Menteri Pariwisata Arif Yahya, Menkominfo Rudi Rudiyantara, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Wakil Ketua MPR Osman Sapta Odang. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Khutbah, Pertandingan, Meme Islam Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 12 Maret 2017

Wisata Ziarah Kini Mulai Diminati Kalangan Menengah ke Atas

Lamongan, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, terutama kalangan modern dengan tuntutan pekerjaan yang tinggi menyebabkan banyak diantara mereka yang terkena stress. Kini terdapat kecenderungan kalangan menengah mulai menyukai wisata ziarah sebagai upaya untuk mencari ketenangan batin dari permasalahan yang mereka hadapi.

“Wisata ziarah sudah berkembang lama dan memiliki kecenderungan berkembang sangat tinggi dan kita ingin menggalakkan lebih tinggi dengan meningkatkan layanan. Ini bukan konsumsi golongan bawah saja, tetapi golongan menengah dan atas juga mulai terlihat,” tutur  Dirjen Pengembangan Tujuan Wisata Debudpar Sambudjo Parikesit kepada Pondok Pesantren Attauhidiyyah beberapa waktu lalu.

PBNU bersama Debudpar telah melakukan Pencanganan wisata ziarah yang dilaksanakan pada hari Jum’at 29 Desember lalu di kompleks Makam Sunan Drajat Lamongan. Dalam hal ini PBNU berperan memberikan nilai-nilai keagamaan sedangkan Debudpar mengembangkan produk wisatanya.

Wisata Ziarah Kini Mulai Diminati Kalangan Menengah ke Atas (Sumber Gambar : Nu Online)
Wisata Ziarah Kini Mulai Diminati Kalangan Menengah ke Atas (Sumber Gambar : Nu Online)

Wisata Ziarah Kini Mulai Diminati Kalangan Menengah ke Atas

Dalam hal ini Debudpar akan memberikan dukungan berupa pelatihan manajemen bagi pengelola makam, peningkatan daya saing, perbaikan fasilitas pendukung di sejumlah makam sampai dengan sosialisasi makam-makam terkenal seluruh Indonesia melalui buku Ziarah Makam dan Masjid.

Dikatakan oleh Parikesit, wisata ziarah memang berbeda dengan wisata lainnya yang sifatnya mungkin lebih rekreatif. Dalam wisata ziarah ini terdapat aspek religi, budaya, pendidikan, rekreasi dan ekonomi.

“Ini bukan semata-mata untuk mereka yang beragama Islam, pemeluk agama lainnya dalam melakukan kunjungan dengan ketentuan yang berlaku untuk melihat meninggalan budayanya. Ini juga berlaku untuk agama lainnya,” imbuhnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Mengenai kelompok lain yang tidak setuju dengan wisata ziarah karena dianggap sebagai bid’ah, Parikesit berharap agar masing-masing fihak saling menghormati pandangan yang dimilikinya. “

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Sebaiknya jangan mempertentangkan, masing-masing punya nilai dan cara pandang berlainan, kita harus saling menghormati,” tuturnya.

Hari Sabtu Minggu Ramai

Kini, hari-hari masyarakat yang berkunjung ke lokasi wisata ziarah juga mulai berkembang sesuai dengan kondisi masyarakat. Jika pada masa lalu makam ramai dikunjungi pada malam Jum’at, kini hari Sabtu dan Minggu, yang merupakan hari libur pekerja kantoran, pun sejumlah makam wali di Gresik ramai dikunjungi masyarakat.

Suratno, sie keamanan yang sehari-hari bertugas di Makam Sunan Drajat mengungkapkan bahwa rombongan banyak yang datang pada hari Sabtu dan Minggu selain hari Jum’at. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Humas Makam Maulana Malik Ibrahim Harry Kartono yang ditemui Pondok Pesantren Attauhidiyyah di arena pameran bahwa makam Malik Ibrahim juga ramai dikunjungi masyarakat pada hari-hari libur. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Makam, Santri Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 11 Maret 2017

GP Ansor dan KPU Waykanan Buat Kesepahaman Pemilu Berkualitas

Waykanan, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. PC GP Ansor dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Waykanan, Lampung menandatangani nota kesepahaman di pesantren Roudhotul Mutaqin asuhan KH Rofiul Bashori Ans di kampung dan kecamatan Bumiagung, Selasa (25/3).

"GP Ansor Waykanan mendorong terciptanya Indonesia damai, karena itu nota kesepahaman ini ditandatangani," ujar Ketua PC GP Ansor Waykanan Supri Iswan di Blambangan Umpu, Selasa (25/4).

GP Ansor dan KPU Waykanan Buat Kesepahaman Pemilu Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor dan KPU Waykanan Buat Kesepahaman Pemilu Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor dan KPU Waykanan Buat Kesepahaman Pemilu Berkualitas

Nota kesepahaman ini ditandatangani Supri Iswan dan Komisioner KPU Waykanan Sukindra mewakili Ketua KPU Waykanan Iskardo P Panggar.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menurut seorang Komisioner KPU Waykanan lainnya Erwan Bustami, dari beberapa organisasi kepemudaan di Waykanan, baru GP Ansor yang melakukan langkan cerdas ini. Ia berharap, organisasi kepemudaan lain di Waykanan dapat mengikuti jejak GP Ansor.

"Seperti dengan cerdas menyuarakan penolakan politik uang, politik wani piro," ujar Erwan di hadapan 51 peserta Diklatsar Banser dan 40 peserta PKD Ansor.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

KPU Waykanan membebaskan masyarakat memilih calon dari partai apa saja, demikian Erwan menambahkan, tetapi sebaiknya dipilih berdasarkan kapasitasnya.

Terserah siapa dipilih, namun dengan adanya peran serta Ansor, kami berharap partisipasi pemilih pada Pemilu 2014 mencapai 80 persen, naik dari Pilkada 2010 dengan tingkat partisipasi 78 persen, kata Erwan.

Ia mengingatkan, kertas suara dengan list hijau untuk memilih anggota DPRD Waykanan, biru untuk memilih anggota DPRD Provinsi, kuning untuk memilih anggota DPR RI, dan kertas suara merah untuk memilih anggota DPD RI dari Lampung sebanyak 26 orang.

"Pemilu besok dicoblos, bukan dicentang seperti pada pemilu 2009," kata dia lagi. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Amalan, Doa, Kyai Pondok Pesantren Attauhidiyyah

PC IPNU-IPPNU Sleman Dilantik

Sleman, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Sleman masa khidmat 2013-2015, Ahad (16/6) kemarin dilantik di Rumah Dinas Pemerintah Kabupaten Sleman, Jl. Magelang tersebut.

PC IPNU-IPPNU Sleman Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
PC IPNU-IPPNU Sleman Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

PC IPNU-IPPNU Sleman Dilantik

Kegiatan berlangsung dengan khidmat. Sebelum acara dimulai, terlebih dahulu diisi dengan penampilan grup hadrah PAC IPNU-IPPNU Turi.

"Alhamdulillah, itulah kata yang dapat kami utarakan. Mengingat nikmat yang sangat besar bisa terlimpahkan bagi kami, karena dapat melaksanakan pelantikan PC IPNU-IPPNU Sleman masa khidmat 2013-2015," demikian dalam kata sambutan yang disampaikan oleh ketua PC IPNU Sleman, Biky Uthbek Mubarok, setelah mengikuti prosesi pelantikan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Untuk menjalankan roda kepengurusan, Biky Uthbek Mubarok juga meminta bimbingan dan doa kepada para Kiai, Masayikh dan alumni, sehingga bisa menjalankan kepemimpinan selanjutnya. 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Kami juga berharap, dengan adanya pelantikan PC IPNU-IPPNU Sleman ini kelak kami dapat mencetak kader NU yang mempunyai jiwa patriotisme yang berlandaskan Ahlus Sunah Wal Jamaah," tandasnya.

Secara terpisah, Nurul Hasanah, selaku ketua PC IPPNU Sleman mengatakan kepada Pondok Pesantren Attauhidiyyah terlebih dahulu akan menguatkan solidaritas antar pengurus. "Setelah itu kami akan membuat gebrakan. Mengingat IPNU-IPPNU merupakan pusat kaderisasi, maka kami juga akan menghidupkan kembali sepuluh PAC yang ada di Sleman," imbuhnya.

Prosesi pelantikan yang mengangkat tema "Menumbuhkan sifat keikhlasan dan kebersamaan dalam berjuang" tersebut selesai pada pukul 11:00. Turut hadir beberapa kader IPNU-IPPNU se-Sleman, perwakilan PP IPNU-IPPNU, PCNU Sleman, Anshor, Fatayat dan Muslimat. Selain itu, hadir pula PW IPNU-IPPNU DIY yang sekaligus melantik kepengurusan baru PC IPNU-IPPNU Sleman.

Masruroh, sebagai perwakilan dari Fatayat yang turut hadir, menekankan bahwa hal yang harus diperhatikan adalah kaderisasi, khususnya bagi IPPNU. "Karena hal itu akan berpengaruh ke depan. Kalau dari PC IPPNU saja sudah kurang, nanti di Fatayat dan Muslimat juga akan kurang," ujarnya kepada Pondok Pesantren Attauhidiyyah.

Setelah prosesi pelantikan, acara dilanjutkan dengan rapat kerja pengurus PC IPNU-IPPNU Sleman, guna merumuskan program-program selama kepengurusan satu periode ke depan.

Redaktur    : A. Khoirul Anam 

Kontributor: Sholikhin-Dwi Khoirotun Nisa’

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Syariah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 07 Maret 2017

Peringati Maulid Nabi, IPNU-IPPNU Cirebon Undang 500 Pelajar

Cirebon, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Cirebon siap mengundang 500 pelajar untuk mengikuti acara silaturrahmi, marhabanan serta diskusi publik yang akan digelar Sabtu (25/1).

Wahyono, Ketua PC IPNU Kabupaten Cirebon mengatakan, kegiatan yang dihelat dengan tajuk Pelajar Bershalawat ini bertujuan agar setiap pelajar mampu meneladani ketokohan Nabi Muhammad SAW sebagai sosok penting perubahan dunia, penebar kedamaian dan rahmat bagi seluruh alam.

Peringati Maulid Nabi, IPNU-IPPNU Cirebon Undang 500 Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Maulid Nabi, IPNU-IPPNU Cirebon Undang 500 Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Maulid Nabi, IPNU-IPPNU Cirebon Undang 500 Pelajar

“Selain itu, tentu sebagai wujud memuliakan Nabi Muhammad SAW,” ungkap Wahyono, Ahad (19/1).

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sementara itu, Aan Aisyah, Ketua Pelaksana mengungkapkan, sekitar 500 pelajar yang direncanakan diundang tersebut merupakan para siswa dan santri dari beberapa sekolah dan pondok pesantren yang terdapat di wilayah Cirebon. 

“Sementara diskusi publik yang akan kami gelar bertema Suri Tauladan Nabi Sebagai Solusi Gerakan Pelajar NU,” ungkapnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kegiatan diskusi publik tersebut dijadwalkan akan dihadiri oleh H Zaenal Abidin, Pembina PC IPNU Kabupaten Cirebon serta Eva Nur Arofah Pembina PC. IPPNU Kabupaten Cirebon sebagai pembicara, serta dilaksanakan di sekretariat PC. IPNU – IPPNU Kabupaten Cirebon, Jl. Pengayoman, Weru, Cirebon. (Sobih Adnan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Daerah, Berita, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Belajar dari Soekarno, Substansi Lebih Penting dari Kemasan

Tangerang Selatan, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Mocahmad Nur Arifin mengambil pelajaran penting dalam bacaannya tentang Soekarno, yakni substansi lebih penting dari kemasan.

Belajar dari Soekarno, Substansi Lebih Penting dari Kemasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari Soekarno, Substansi Lebih Penting dari Kemasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari Soekarno, Substansi Lebih Penting dari Kemasan

Hal tersebut ia sampaikan saat bincang bukunya berjudul Bung Karno “Menerjemahkan” Al-Quran di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (15/8).

Ia mengatakan demikian pasalnya dalam bukunya, ia menuangkan beberapa transformasi makna ayat-ayat Al-Quran yang terdapat dalam pemikiran Bung Karno. 

Meskipun Presiden Pertama Republik Indonesia itu tidak secara langsung menyebut ayat Al-Qurannya. Ia menyebut Al-Qur’an Surat Al-Balad yang sejalan dengan pemikiran Bung Karno tentang berdikari dalam ekonomi.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pada acara tersebut, pria yang mendapat rekor MURI karena terpilih sebagai wakil bupati termuda itu juga mengingatkan agar kita tidak hanya menyalah-nyalahkan orang lain, menghardik orang lain dengan berbagai tuduhan.

“Jika kamu menghardik orang lain, lalu di mana pernamu untuk Indonesia?” katanya menyindir.

Tidak berhenti di situ, pemuda saat ini jangan sampai Kaya visi miskin isi, kaya gagasan miskin teladan. Maka dari itu, Wakil Bupati Trenggalek itu mengingatkan agar sama-sama berjuang demi kebangkitan Indonesia.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Jika ada kata saling, maka perjuangan itu tidak bisa dilakukan sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, pembanding bincang buku Tsamara Amany (politisi muda) mengambil peran kesetaraan Bung Karno. Ia mengatakan, bahwa Indonesia itu seperti burung. 

“Perempuan dan laki-laki adalah sayapnya,” ujarnya. Tanpa kehadiran salah satunya, maka Indonesia tidak akan bisa terbang tinggi. (Syakirnf/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Kajian Islam, Hadits, RMI NU Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 03 Maret 2017

Kiai Musthofa Aqil Ngaji Kitab Bidayatul Hidayah

Cirebon, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ngaji pasaran merupakan tradisi pesantren dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, satu kitab khusus dibacakan di hadapan santri dan masyarakat umum selama hampir sebulan penuh. Salah satunya pesantren Kempek Cirebon, KH Musthofa Aqil akan membacakan kitab Bidyatul Hidayah karangan Imam Ghazali selama Ramadhan 1434 H ini.

Kiai Musthofa Aqil Ngaji Kitab Bidayatul Hidayah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Musthofa Aqil Ngaji Kitab Bidayatul Hidayah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Musthofa Aqil Ngaji Kitab Bidayatul Hidayah

Kiai Musthofa menuturkan bahwa kitab Bidayatul Hidayah menjadi penting untuk dibacakan pada bulan Ramadhan tahun ini, karena kajian di dalamnya memiliki simpulan penting bagi umat Islam agar menjadikan Ramadhan sebagai sarana untuk membersihkan diri.

“Saya memilih untuk membaca kitab Bidayatul Hidayah ini karena inti dari kitab ini adalah tentang pentingnya membersihkan hati, pikiran, dan jiwa. Hal ini sangat berhubungan dengan Ramadhan sebagai sarana untuk membersihkan diri, sudah waktunya kita menyisihkan kehidupan duniawi dan berkonsentrasi selama sebulan penuh untuk mencari ridla Allah Swt,” tutur kiai yang kerap disapa Kang Muh ini.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pengasuh Ma’had Al-Ghadier Pesantren Kempek Cirebon ini menambahkan, bahwa godaan keduniaan sebelum Ramadhan memang tidak dapat dinilai sederhana, mulai dari tuntutan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, hiruk pikuk politik hingga persoalan-persoalan lain yang terlalu kerap membuat manusia lupa kepada Tuhannya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Ramadhan adalah bulan yang dipilih oleh Allah Swt untuk menurunkan pedoman manusia berupa Al-Quran suci,” tambahnya.

Selain itu, juga merupakan bulan khusus untuk menganugerahkan rahmat-Nya secara lebih berlimpah. Maka Ramadhan juga sebagai pilihan terbaik bagi umat manusia untuk kembali kepada Tuhannya.

“Serta bulan yang bisa dijadikan sebagai medan latihan penyeimbangan antara kebutuhan duniawi dan akhirat,” tambah Kiai Musthofa.

Pengajian pasaran Ramadhan kitab Bidayatul Hidayah ini rencananya akan disiarkan langsung di radio Pondok Pesantren Attauhidiyyah setelah shalat Tarawih. Selain Bidayatul Hidayah, Kiai Musthofa juga membaca kitab Tafsir Jalalain dan Ihya Ulumuddin seusai shalat Shubuh, dan kitab Hujjatu Ahlis Sunnah Wal-Jama’ah rangan Mbah Ali Maksum Krapyak kaseusai shalat Ashar.

Redaktur    : Abdullah Alawi

Kontributor: Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Attauhidiyyah