Selasa, 26 Desember 2017

27 Tahun Nabi Muhammad Berbisnis Harus Dicontoh Umat Islam

Jember, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Umat Islam tidak dilarang berbisnis, juga tak ada larangan untuk menjadi orang kaya, asalkan semuanya ditempuh dengan cara yang halal. Nabi Muhammad sendiri bukan orang yang papa.? Malah dia adalah pebisnis yang sukses. Namun pola hidupnya? memang sederhana.

Demikian disampaikan Wakil Ketua PCNU Jember, Jawa Timur Ustadz Moch. Eksan saat bertaushiyah pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di masjid Baiturrahman, Dusun Karangtengah, Desa Sumberpakem, Kecamatan Sumberjambe, Jember,? Jawa Timur,? Selasa malam (3/1).

Menurut Ustadz Eksan, salah satu bukti bahwa Rasulullah SAW adalah pebisnis sukses, bisa dilihat dari mas kawin yang diberikannya saat menikahi Siti Khadijah, yaitu 20 ekor unta dan 12,4 ons emas.? Mas kawin tersebut berasal dari kantong? pribadi Nabi Muhammad yang dikumpulkan dari hasil bisnisnya sebelum menikah.? Mas kawin tersebut adalah yang terbesar dalam catatan sejarah pernikahan manusia di muka bumi ini.

27 Tahun Nabi Muhammad Berbisnis Harus Dicontoh Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
27 Tahun Nabi Muhammad Berbisnis Harus Dicontoh Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

27 Tahun Nabi Muhammad Berbisnis Harus Dicontoh Umat Islam

“Coba kalau dirupiahkan saat ini, berapa miliar jumlahnya. Orang kaya mana yang bisa bayar mas kawin sebesar itu. Jadi, keliru kalau ada anggapan bahwa Nabi itu orang miskin. Yang benar beliau orang kaya, tapi memilih hidup sederhana di tengah kesuksesan bisnisnya. Semua hartanya dinafkankan di jalan Allah hingga tak ada yang tersisa untuk diberikan kepada keluarganya,”? jelasnya.

Seraya menyitir tulisan cendekiawan muslim, Ustadz Eskan menuturkan bahwa karir bisnis Nabi Muhammad? SAW jauh lebih lama dibanding “karir” kerasulannya. Rasulullah SAW adalah seorang trader yang sukses dan gemilang.DIa membangun “kerajaan” bisnisnya sejak berusia 12 tahun hingga umur 37 tahun.? Sementara missi kerasulannya diemban sejak beliau berusia ? 40 tahun hingga wafat sekitar umur 63 tahun.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Jadi karir bisnisnya 27 tahun. Sementara masa kerasulannya? 23 tahun. Hal ini seharusnya merangsang umat Islam untuk sukses dalam berbisnis sekaligus sukses dalam ibadah,” urainya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi).

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Humor Islam, Habib Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Banser Jakbar Bantu Pemudik Disabilitas

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Peristiwa tahunan mudik lebaran menggerakan Ansor-Banser Jakarta Barat membuka posko untuk membantu para pemudik dengan layanan kesehatan, pembagian takjil, pijat refleksi, charger handphone, dan lain-lain. Mereka juga ikut serta dalam membantu pemudik disabilitas atau berkebutuhan khusus.

“Kami berpandangan bahwa setiap warga masyarakat berhak untuk mengakses fasilitas mudik sehingga kami terdorong mendukung mudik gratis penyandang disabilitas yang diselenggarakan oleh LSM dan Bank,” kata Ketua GP Ansor Jakarta Barat Alfanny.

Banser Jakbar Bantu Pemudik Disabilitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Jakbar Bantu Pemudik Disabilitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Jakbar Bantu Pemudik Disabilitas

Alfanny berharap pemudik disabilitas bisa mendapatkan pelayanan yang maksimal dari pemerintah di masa mendatang berupa perbaikan fasilitas umum yang lebih ramah bagi penyandang disbailitas.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selain membantu pemudik disabilitas, Banser Jakbar bersinergi dengan Polisi, TNI dan lain-lain, juga turut berpartisipasi mengamankan dan mengatur lalu lintas arus mudik di sejumlah terminal bus dan stasiun kereta api seperti Terminal Bus Kalideres dan Grogol serta Stasiun Kereta Api Jakarta Kota.

Posko mudik yang didirikan Ansor-Banser Jakarta Barat di Masjid An-Nahdlah samping terminal Kalideres di bawah komando Satkorcab Banser Jakarta Barat Nurhamim sejak Senin (19/6) sampai Sabtu (24/6). Posko ini juga membagikan ratusan takjil setiap hari kepada para pemudik di sejumlah terminal bus dan stasiun kereta api di Jakarta Barat, serta juga mendistribuskan ratusan paket sahur kepada sejumlah komunitas masyarakat di Jakarta Barat.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Kami mengucapkan terima kasih kepada sejumlah warga Jakarta yang mendukung secara spontan Posko Mudik Ansor-Banser sehingga posko mudik ini dapat melayani pemudik,” kata Nurhamim.

Setelah hari raya Idul Fitri, Banser Jakbar juga akan meningkatkan patroli keliling Jakarta Barat untuk memantau rumah dan pertokoan yang ditinggalkan pemudik. (Nahraji Zen/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Anti Hoax Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 25 Desember 2017

NU Batang Jateng Motori Pengembangan Biogas

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Demi mewujudkan kemandirian di sektor energi, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang, Jawa Tengah, sedang gencar mengembangkan produksi biogas di daerah setempat dan sejumlah kabupaten lainnya.

Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian NU (LPPNU) Batang Turjaun mengatakan, sumber energi yang dihasilkan dari limbah peternakan tersebut dapat menjadi bahan bakar alternatif untuk sejumlah kebutuhan, seperti aktivitas memasak dan penerangan.

NU Batang Jateng Motori Pengembangan Biogas (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Batang Jateng Motori Pengembangan Biogas (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Batang Jateng Motori Pengembangan Biogas

Turjaun mengaku sudah berhasil membangun biogas digester yang sudah memproduksi biogas dan dimanfaatkan warga di tempatnya. Bahkan, melalui pengembangan teknologi ini, salah satu desanya meraih peringkat dua pada sebuah lomba untuk kategori desa mandiri energi se-Jawa Tengah.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

”Ada permintaan juga di Jawa Barat, petani punya 300 sapi minta dibangunkan biogas dengan kapasitas 30 kubik. Kalau 30 kubik itu minimal bisa (menjadi energi alternatif) untuk 10 rumah,” katanya saat berkunjung ke kantor redaksi Pondok Pesantren Attauhidiyyah, Jakarta, Senin(1/4) sore.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menurut Turjaun, penerapan biogas di daerah yang memiliki potensi peternakan akan membawa keuntungan ekonomis. Selain memanfaatkan limbah yang selama ini cukup terabaikan, juga mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap elpiji, terlebih saat elpiji mengalami kenaikan harga.

Selain di Batang, ia juga mengembangkan teknologi ini di kabupaten lain. ”Di Rembang mulai April ini insyaallah akan dibangun 75 unit biogas digester, hampir per kecamatan ada, masing-masing kapasitas 6m3,” imbuhnya.

Ditambahkan, biogas digester juga akan dibangun di Kabupaten Kendal sebanyak 2 unit, dan di Kabupaten Demak 2 unit, masing-masing berukuran 20m3. Proses pembangunan ini bekerjasama dengan dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jateng.

Sejauh ini, sambung Turjaun, belum ada hambatan yang berarti untuk tugasnya ini. Hanya saja, teknologi biogas yang pihaknya kembangkan belum sampai pada tahap kemasan dalam tabung, sebagaimana elpiji, sehingga belum bisa dipasarkan secara masif.

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Daerah, Aswaja, Ubudiyah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Muktamar Ke-33 Sukses, PCNU Padang Gelar Syukuran

Padang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Padang bersyukur atas suksesnya perhelatan Muktamar Ke-33 NU di Jombang yang memilih KH Maruf Amin sebagai Rais Aam PBNU dan KH Said Aqil Siroj Ketua Umum PBNU. Dengan terpilihnya pimpinan PBNU yang baru, PCNU Padang berharap semua pihak yang merasa tidak puas bisa menerimanya.

Muktamar Ke-33 Sukses, PCNU Padang Gelar Syukuran (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamar Ke-33 Sukses, PCNU Padang Gelar Syukuran (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamar Ke-33 Sukses, PCNU Padang Gelar Syukuran

Syukuran yang dirangkai dengan acara halal bi halal ini berlangsung di kantor PCNU Padang di Jalan Ranah Binuang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Jumat (21/8) malam. Hadir dalam kesempatan ini Kepala Kemenag Kota Padang Japeri, Rais Syuriah PCNU Kota Padang Sumardi Basir, Sekretaris PW Fatayat NU Sumbar Desri Nora, dan warga Nadhiyin lainnya.

Ketua PCNU Kota Padang Yultel Ardi mengungkapkan, bagi PCNU Padang, siapa pun yang terpilih melalui muktamar NU, kita akan dukung dalam menjalankan program PBNU lima tahun ke depan. Sebagai sebuah proses pemilihan, tentu ada yang terpilih dan ada pula yang belum terpilih. "Kita berharap, bagi yang belum terpilih, silakan ikut pada muktamar yang akan datang," kata Yultel.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Nadhiyin di Kota Padang memang mendengar kegaduhan selama Muktamar melalui media. Namun, menurutnya, sesungguhnya tidak terlalu gaduh seperti diberitakan media. "Melalui halal bihalal dan syukuran ini, kami sampaikan bahwa muktamar NU sudah berhasil memilih pemimpin PBNU lima tahun mendatang," kata Yultel menambahkan.

Mustasyar PWNU Sumbar Prof. Dr. Asasriwarni dalam tausyiahnya mengatakan, acara syukuran ini wajar diadakan PCNU Padang. "Kita bersyukur terpilih pimpinan baru PBNU. Karena bersyukur itu penting kita lakukan sebagai manusia, hamba Allah," kata Asasriwarni guru besar IAIN Imam Bonjol Padang ini.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Asasriwarni memberikan contoh, orang yang memiliki gubuk tua yang hampir runtuh, tidak memiliki kaki, masih saja selalu bersyukur kepada Allah. Kenapa ia bersyukur? Ternyata ia merasa masih memiliki gubuk tua, sementara orang lain tidak punya. Ia kehilangan kaki, sementara orang lain kehilangan kaki dan tangan, bahkan nyawa orang lain pun sudah berpisah dengan badan. "Artinya, sudah sepantasnya kita selalu bersyukur terhadap apa yang kita miliki dan rasakan," kata Asasriwarni menambahkan. (Armaidi Tanjung/Mahbib)

Foto: Tampak Ketua PCNU Padang Yultel Ardi, Kepala Kemenag Kota Padang Japeri dan Musytasyar PWNU Sumbar Asasriwarni.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Fragmen, Doa, Syariah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Masuki Penghujan, Santri Husada Tebuireng Berantas Jentik Nyamuk

Jombang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Para santri Husada bersama Ketua Unit Kebersihan Lingkungan Pesantren (UKLP) Imam Bukhari, berupaya membasmi jentik nyamuk, Jumat (19/12). Mereka mencampurkan obat ABATE (larvasida pembasmi larva/ jentik nyamuk) pada air tergenang di penampungan air, bak-bak mandi, dan selokan air di sekitar pondok putra, pondok putri dan di lima unit pendidikan di bawah naungan Yayasan Hasyim Asyari.

Upaya ini sengaja dilakukan mengingat masuknya musim hujan yang dapat memicu peningkatan kembang biak jentik nyamuk penular demam berdarah. Dengan menekan naiknya populasi nyamuk, maka risiko terjadinya penularan juga semakin kecil.

Masuki Penghujan, Santri Husada Tebuireng Berantas Jentik Nyamuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Masuki Penghujan, Santri Husada Tebuireng Berantas Jentik Nyamuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Masuki Penghujan, Santri Husada Tebuireng Berantas Jentik Nyamuk

Pembina santri Husada Sumantri mengatakan, "Musim hujan tiba menyebabkan nyamuk berkembang biak di mana-mana. Ini pula yang mengakibatkan beberapa santri terkena Demam Berdarah Dengue (DBD), sehingga harus dirawat di puskestren Tebuireng.”

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Karena itu perlu adanya upaya pemberantasan jentik-jentik nyamuk khususnya yang berada di sekitar pondok pesantren, terang Sumantri.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Selain memberantas jentik-jentik nyamuk kegiatan ini juga bertujuan memberi contoh kepada seluruh santri agar terbiasa peduli pada lingkungan dan sesama,” kata Sumantri.

Beberapa waktu lalu tim UKLP bekerja sama dengan Puskesmas Cukir dalam melakukan fogging (pengasapan), untuk memberantas nyamuk-nyamuk yang ada di lingkungan Tebuireng dan pondok madrasatul Qur’an, Bukhori menambahkan. (M Ali Ridho/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Olahraga Pondok Pesantren Attauhidiyyah

PBNU Serukan Shalat Ghaib untuk KH Masduqi Machfudz

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengimbau warga NU, dan umat Islam secara umum, untuk bertakziah ke rumah duka Rais Syuriyah PBNU KH Masduqi Mahfudz yang wafat Sabtu (1/3) petang di Malang, Jawa Timur.

PBNU Serukan Shalat Ghaib untuk KH Masduqi Machfudz (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Serukan Shalat Ghaib untuk KH Masduqi Machfudz (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Serukan Shalat Ghaib untuk KH Masduqi Machfudz

Bagi yang tidak memungkinkan takziah secara langsung diminta menunaikan shalat ghaib. “Ini bentuk penghormatan terakhir kepada guru kita, Kiai Masduqi. Insya Allah seluruh amal perbuatannya diterima,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta.

Kang Said, demikian ia akrab disapa, mengaku sangat kehilangan kiai yang meninggal dunia di Rumah Sakit Syaiful Anwar, Malang, Jawa Timur itu. “Belum lama kita ditinggal Kiai Sahal Mahfudh (Rais Aam PBNU), seorang kiai kharismatik lainnya sekarang meninggalkan kita. Innalilahi wainna Ilaihi Rojiun," tuturnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Mengikuti Kebutuhan Zaman

Di mata Kang Said, Kiai Masduqi adalah guru dan teladan yang sangat alim. Kiai yang lahir di Pati, Jawa Tengah, tersebut dinilai sebagai sosok yang sangat dalam menguasai ilmu fiqih di kitab-kitab klasik, namun mampu mengaktualisasikanya sesuai dengan kebutuhan zaman.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Saat kita belum banyak mengenal komputer, tahun 1996 dalam Munas NU di Lombok, Kiai Masduqi sudah bisa mengoperasikan laptop,” kenang Kiai Said.

Kiai Masduqi yang tercatat sebagai murid dari Kiai Kholil, Rembang, Jawa Tengah, lanjut Kang Said, juga dikenal sebagai sosok yang zahid, tulus, dan ikhlas. Pendiriannya dalam mempertahankan prinsip keagamaan sangat keras, hingga menjadikannya sebagi kiai yang kharismatik dan sangat disegani.

“Kiai Masduqi tidak segan berdebat dengan anak-anak muda seperti saya, Pak Masdar (Farid Mas’udi), dan lain sebagainya. Secara keilmuan kami sering tidak sependapat, tapi secara umum kami sangat takdim, sangat menghormati beliau,” urai Kang Said. (Samsul Hadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Tegal, AlaNu Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 24 Desember 2017

Tiga Rumah Sakit Beri Diskon Pemegang Kartanu

Jombang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Tiga Rumah Sakit di Jombang siap memberikan diskon biaya pelayanan kesehatan terhadap masyarakat pemegang Kartu Anggota NU (Kartanu). Ketiga RS itu adalah, Rumah Sakit NU, Rumah Sakit Medika Pesantren Darul Ulum serta Rumah Sakit Muslimat NU.

Hal ini disampaikan, Ketua PCNU saat sosialisasi Kartanu yang diikuti seluruh Badan Otonom NU, diantaranya GP Ansor, IPNU-IPPNU, Fatayat NU, Muslimat NU dan Pagar Nusa, ISNU serta Pergunu di kediaman Sholahul Am Notobuwono yang juga ketua PC GP Ansor di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Kamis (31/1).?

Tiga Rumah Sakit Beri Diskon Pemegang Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Rumah Sakit Beri Diskon Pemegang Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Rumah Sakit Beri Diskon Pemegang Kartanu

“Insyaallah Tiga Rumah Sakit (RSNU, RS Media Darul Ulum dan RS Muslimat,) sudah siap memberikan diskon bagi pemegang Kartanu,”bebernya mengatakan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Mengenai berapa prosentasi diskon yang bakal diterima, Ketua Tanfidziah PCNU Jombang dua periode ini menargetkan warga NU di kota santri ikut terdaftar dan memiliki kartu tanda anggota. Karena menurutnya program Kartanu adalah sebagai bentuk kedisiplinan anggota terhadap organisasi.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

”Targetnya Rp 200 ribu lebih, dan ini sebagai wujud kedisiplinan organisasi, sebagai anggota sudah selayaknya bisa memiliki kartu anggota, apalagi Jombang kota santri,”imbuh kyai yang juga dosen Unipdu Peterongan Jombang ini menambahkan.?

Sementara itu, Mahwal Huda, Koordinator pelaksanaan Kartanu meminta seluruh Banom ikut aktif mensosialisasikan program PWNU Jatim ini. Dengan keterlibatan Banom target pelaksanaan kartanu di Kabupaten Jombang akan berhasil. “ Kita juga berharap kalangan pesantren juga ikut berperan mensukseskan Kartanu ini,” tandasnya.

Mahwal menambahakan, ada beberpa manfaat dengan adanya Kartanu ini diantaranya adalah untuk konsolidasi organisasi karena semuanya terlibat hingga ranting. “Termasuk ? manfaatnya adalah pemegang juga mendapatkan adanya potongan biaya ketika berobat di RS NU, RS Medika Darul Ulum dan RS Muslimat,”tandasnya.

Ditambahkannya, PCNU Jombang telah melakukan sosialisasi awal yang langsung diikuti ratusan pengurus MWCNU dan ranting. Dan dalam sosisialisasi juga dilakukan pemotretan.

”Antusias pengurus sangat tinggi, terbukti sosialisasi pertama sebanyak 313 Kartanu langsung tercetak,”imbuh wakil sekretaris PCNU Jombang seraya mengatakan pemotretan hingga kartanu bisa jadi hanya membutuhkan waktu 10 menit.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Nasional, Syariah, Kajian Pondok Pesantren Attauhidiyyah